Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonoi Bisnis

BBPN Jual Asetnya Sesuai Harga Pasar
05 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan Penyehatan Perbankan Nasional akan menyesuaikan harga sisa asetnya dengan harga pasar dalam proses pengalihan aset kepada Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menjelang masa akhir kerja BPPN, 27 Februari 2004 ini.

BPPN mempunyai nilai sebenarnya (face value) terhadap sisa aset ini. "Kalau face value-nya kita alihkan ke PPA berarti men-create problem ke PPA," kata Kepala BPPN, Syafruddin Temenggung dalam jumpa pers di gedung BPPN, Jakarta, Senin (5/1). Untuk itu, BPPN akan mencari harga yang wajar (reasonable) sesuai harga pasar kemudian dialihkan ke PPA.

Proses pengalihan ini, kata dia, akan melalui tahap pengawasan BPPN dan pemerintah. "Dari BPPN akan melakukan proses penilaian mengenai harga wajar," katanya. Setelah dialihkan, pemerintah melalui Departemen Keuangan atau BUMN akan mengkaji jumlah modal yang akan dimasukkan dalam PPA ini.

Sama halnya dalam proses penjualan sisa saham bank yang masih dipegang BPPN. Saat ini BPPN masih menuntaskan program divestasi 52,05 persen saham Lippo Bank, 71 persen Permata Bank, 6,55 persen Bank Central Asia, 26,15 persen Bank Niaga, 28,35 persen Bank Danamon Indonesia dan 22,49 persen Bank Internasional Indonesia.

Menurutnya, naik atau turunnya harga saham di pasaran tidak ada hubungannya dengan kinerja BPPN. Namun, tegas Syaf, panggilan akrab Syafruddin, BPPN tetap mensyaratkan harga yang wajar dalam proses penjualan ini. "Kalau dia tidak memenuhi target yang ditetapkan, saya tidak jual lagi, gampang," katanya. Kalau tidak ada penawar dan harga yang cocok, lanjutnya, aset ini akan kembali dimasukkan ke PPA untuk meningkatkan nilai tambahnya.

BPPN sudah mengirimkan surat undangan kepada sejumlah investor dalam proses divestasi Lippo Bank. Saat ini sudah ada tiga calon investor yang mengajukan surat pernyataan minat kepada BPPN. "Investor lama. Kebelet katanya mau ikut. Tapi kami juga masih membuka investor lain," katanya. Penawaran awal (preliminary bid) penjualan bank Lippo ini dijadwalkan pada 7 Januari dan penawaran akhir (final bid) pada minggu keempat Januari 2004. Penyelesaian transaksi ini diharapkan bisa selesai pada Februari 2004.

Untuk Permata Bank, BPPN sudah menyiapkan tim yang akan menyelesaikan penjualan. "Saya sudah teken untuk internal timnya tadi," katanya. Tim ini, katanya, akan mempersiapkan proses seperti membuat laporan kepada DPR, mempersiapkan konsultan hukum dan keuangan. Proses penjualan saham mantan Bank Bali ini hanya bisa dilakukan setelah adanya persetujuan DPR serta penyelesaian kasus hukumnya.

Sementara untuk bank lainnya, kata Syaf, BPPN masih melakukan pengkajian. Pilihannya antara lain divestasi atau diteruskan kepada PPA. Perusahaan Pengelola Aset rencanya akan dibentuk pada akhir masa kerja BPPN, 27 Februari 2004. Kelompok aset yang akan dialihkan terdiri dari aset kredit, properti, ekuitas bank, ekuitas non bank dan inventaris kantor.

Yandi M.R. - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

BBPN Belum Dapatkan Konfirmasi Tersangka Kasus 502
BPPN Targetkan Rp 5 Triliun Pada 2004
BPPN Tandatangani Surat Lunas Pengutang Kelas Kakap
APP Tak Boleh Beli Balik Utang, New Orleans Menangkan Tender APP
I Nyoman Sender Kembali Diperiksa

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data