|
Ekonomi Bisnis
Inflasi 2004 Diprediksi 5,5 Persen
05 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menetapkan sasaran inflasi tahun 2004 sebesar 5,5 persen dengan deviasi atau kemungkinan penyimpangan sebesar 1 persen. "Artinya terdapat range 1 persen lebih besar atau lebih kecil," ujar seorang pejabat BI kepada Tempo News Room, Senin (5/1).
Menurutnya, target ini merupakan hasil perhitungan yang matang setelah mempertimbangkan berbagai variabel seperti target pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, kondisi ekonomi dunia dan faktor lainnya seperti Pemilu. "Kedua faktor tersebut cukup berpengaruh terhadap penetapan target," katanya.
Diakui sumber tersebut, adanya pemilu sedikit banyak akan memicu inflasi karena menimbulkan peningkatan demand atau permintaan. Bila pemilu dapat berjalan dengan baik maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. "Apalagi kita berpengalaman menyelenggarakan Pemilu tahun-tahun sebelumnya, yang dapat berlangsung lancar," katanya.
Kepala Biro Komunikasi BI, Rusli Simanjuntak, mengaku tidak bisa mengkonfirmasi besaran angka tersebut. Menurutnya, ia tidak mengetahui besaran target yang ditetapkan dewan gubernur. Yang jelas, pengumuman target inflasi baru akan dilaksanakan Kamis (8/1) depan.
Pengamat ekonomi Institute for Development Economic & Finance (INDEF), Iman Sugema, mengatakan, selama ini memang ada kecenderungan stabilisasi inflasi. Hal ini dikarenakan variabel sisi penawaran atau supply side seperti biaya produksi dan harga produk pertanian yang rendah. "Ini diakibatkan adanya rejim perdagangan dan penyelundupan," jelasnya.
Walaupun demikian, Iman mengingatkan adanya kemungkinan peningkatan rasio kredit konsumsi yang semakin tinggi terhadap konsumsi rumah tangga. "Dan berdasarkan perhitungan kami, ini sangat terkait dengan meningkatnya inflasi," katanya.
Menurut perhitungan INDEF, sebelum krisis rasio kredit konsumsi produk perbankan dengan total konsumsi rumah tangga adalah sebesar 36 persen. Setelah krisis, besaran rasionya jatuh menjadi 12 persen. Sekarang besarannya semakin meningkat menjadi 31 persen. "Pertengahan 2004 jumlahnya pas mencapai 36 persen. Dan itu menyumbang peranan besar terhadap membesarnya inflasi," katanya.
INDEF memprediksi besaran inflasi sebesar 5,5 persen sampai 7 persen. "Jadi target inflasi BI itu adalah skenario yang optimis. Optimis itu bagus dan wajar bagi pemerintah," katanya sambil tertawa.
Amal Ihsan - Tempo News Room
|