Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Laksamana: Pemerintah Konsisten Pada Penyelesaian di Luar Jalur
05 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Negara BUMN, Laksamana Sukardi, menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih tetap mengusahakan penyelesaian di luar pengadilan atau out of court settlement dalam menyelesaikan sengketa Cemex dan Semen Gresik.

"(Pengadilan) Itu bukan opsi yang mudah. Anda semua tahu masalah ini sangat kompleks. Apalagi kalau sudah masuk pengadilan, yang ada perang-perangan masalah legal," katanya usai acar peresmian pembukaan perdagangan awal tahun di gedung Bursa Efek Jakarta, Senin (5/1) siang.

Karena masih mengusahakan proses di luar pengadilan, menurut Laksamana, pemerintah belum bisa mengambil keputusan apapun terhadap masalah Cemex. "Kita juga belum akan membawa masalah ini ke sidang kabinet," ujarnya.

Dalam mencari jalan pemecahan, kata Laks, pemerintah berusaha untuk mengikuti hukum yang berlaku karenanya keputusan tidak bisa diambil dengan semena-mena. "Kita harus mengambil keputusan yang bisa memuaskan semua pihak, baik masyarakat Padang, pemegang saham baik Cemex maupun pemerintah dan publik karena perusahaan sahamnya juga sebagian dimiliki oleh publik," katanya

Posisi negosiasi yang dijalankan pemerintah saat ini, kata Laksamana, pemerintah tetap menolak untuk memenuhi tuntutan Cemex, yakni membeli sahamnya di Semen Gresik. "Kita tidak ada uang. Lagipula akan aneh apabila melakukan nasionalisasi pada saat kita justru menggalakkan privatisasi," ujarnya.

Akan tetapi, kalau ternyata Cemex tetap ngotot meminta agar sahamnya dibeli pemerintah, maka pemerintah juga memikirkan opsi right issue atau privatisasi Semen Gresik. "Dana dari masuknya investor baru ini, akan digunakan untuk membeli saham Cemex," katanya.

Sampai saat ini, kata Laksamana, belum ada investor yang serius menunjukkan niat untuk membeli saham Cemex. Sedangkan mengenai adanya investor dari Korea, dia menyatakan, sampai saat ini belum ada. Dalam pandangannya, lebih penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga investor menjadi tertarik.

Laksamana mengakui permasalahan yang menyangkut iklim investasi di Indonesia adalah masalah kepastian hukum yang lemah. "Bukan investornya tidak mau tapi masalah kepastian hukum seperti manajemen lama Semen Padang yang tidak mau bertanggung jawab jelas merusak seluruh citra iklim investasi di negara ini,' ujarnya.

Amal Ihsan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Penyelesaian Laporan Keuangan Semen Padang Tertunda
Perjanjian Put Option Batal Jika ada Spin Off
Semua Pihak Harus Bertemu untuk Selesaikan Spin Off Semen Gresik
Masalah Semen Padang Bisa Dipecahkan dengan Bentuk Perusahaan Induk
Pengambilalihan PT Semen Padang Akan Pengaruhi Laporan Keuangan PT Semen Gresik

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data