Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Penerimaan Bea Masuk Tak Tercapai
02 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Penerimaan bea masuk tahun 2003 tidak tercapai. Data per 31 Desember 2003 menunjukkan, dari target Rp 11,332 triliun, Direktorat Bea dan Cukai hanya bisa mengumpulkan Rp 10,847 triliun. "Ini karena ada libur lebaran yang panjang," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Eddy Abdurrahman di Jakarta, Jumat (2/1).

Libur lebaran yang sampai sepuluh hari itu, menurut Eddy, menyebabkan banyak industri yang tidak melakukan aktifitas ekspor dan impor. Akibatnya, pemerintah kehilangan potensi penerimaan dari bea masuk sebesar Rp 300-400 miliar. Selama November dan awal Desember pemerintah hanya memperoleh penerimaan bea masuk sekitar Rp 600 miliar. "Rata-rata per bulan penerimaan bea masuk mencapai Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun," kata Eddy.

Namun, kata Eddy, secara total penerimaan bea masuk dan cukai mencapai 99,46 persen dari jumlah yang ditargetkan. Hal itu karena penerimaan dari cukai rorok justru melampaui dari jumlah yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2003.

Tahun 2003 penerimaan dari cukai ditetapkan sebesar Rp 26,114 triliun. Ditjen Bea Cukai selama setahun berhasil mengumpulkan penerimaan hingga Rp 26,396 triliun. Menurut Eddy, kelebihan penerimaan itu disebabkan pada triwulan akhir tahun anggaran 2003 ada kenaikan produksi rokok.

Semula pemerintah memprediksikan produksi rokok satu tahun hanya sebesar 186 miliar batang. Kenyataannya seluruh industri memproduksi rokok per 31 Desember hingga 195 miliar batang. Kenaikan produksi ini, kata Eddy, menyebabkan penerimaan cukai juga meningkat cukup signifikan. Tahun depan pemerintah menargetkan penerimaan dari cukai rokok sebesar Rp 27,6 triliun

Eddy kembali menegaskan tahun 2004 ini pemerintah tak akan menaikan harga cukai rokok. Departemen Kesehatan meminta pemerintah menaikan cukai rokok untuk mengurangi jumlah perokok dan mengikir angka kematian akibat asap tembakau. Tapi, kata Eddy, penerimaan dari cukai tetap menjadi andalan penerimaan negara.

Bagja Hidayat - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data