Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

CNKO Fokus pada Proyek Pembangkit
02 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Central Korporindo Internasional (CNKO) tahun ini fokus pada proyek pembangkit listrik tenaga uap.

“Menurut rencana, pembangkit tersebut baru bisa komersil pada 2005,” kata Direktur Utama Erry Indriyana di Bursa Efek Jakarta, Jumat (2/1).

Erry menjelaskan, perusahaannya akan mengalihkan bisnis inti perusahaan dari produsen batubara menjadi produsen listrik. “Karena rasio transaksi batubara dengan aset kami terlalu kecil.” Dia mengharapkan pengalihan ini bisa meningkatkan kinerja perusahaan.

Selain tiga pembangkit tenaga uap di Kalimantan, produsen batubara yang tambangnya terletak di daerah Asam-asam, Kalimantan Selatan, ini juga tengah menunggu persetujuan dari PLN untuk mendapatkan proyek di Kendari Sulawesi Selatan. Proyek senilai US$ 21 juta merupakan kerjasama dalam bentuk BBO (buy, build, and operation) dari PT Citacontrac.

“BBO dalam arti pembangkit tersebut kami bangun dan kelola selama 20 tahun,” kata Ery.

Untuk membiayai proyek, CNKO melakukan pendekatan dengan Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia untuk mendapatkan pinjaman. “Tapi rencana itupun harus mendapatkan persetujuan dari RUPSLB (rapat umum pemegang saham luar biasa),” katanya.

Sementara itu, saham CNKO mulai diperdagangkan pada sesi pembukaan perdagangan di Bursa Efek Jakarta, Jumat (2/1). Pada 29 Desember, BEJ menghentikan sementara perdagangan saham perseroan lantaran belum menggelar ekspos publik.

Fitri Oktarini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Empat Saham Diperdagangkan Melalui Pre Opening
2003, Indeks BEJ Terbaik Kedua di Asia
BEJ Suspensi Saham Texmaco
Argo Pantes Tunda Divestasi PT Nusa Raya
Central Korporindo Perdagangkan Saham Rp 2.000

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data