|
Ekbis
Kecelakaan Kereta Api Paling Banyak Tahun Ini
29 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Setio Rahardjo menyatakan angkutan kereta api tercatat paling banyak mengalami kecelakaan sepanjang 2003 ini.
Tercatat 21 korban meninggal akibat tumburan antara kereta api dengan angkutan lain. Sedangkan akibat kereta anjlok, 4 orang meninggal. Masih ada korban luka berat akibat kereta anjlok (9 orang) dan tumburan kereta (7 orang). "Semua data berasal dari kasus yang telah diteliti KNKT. Tapi belum semua kasus dicatat," kata Setio kepada Tempo News Room, Senin (29/12).
Dari 29 kasus kecelakaan yang tercatat, ada 24 kasus akibat kereta anjlok, 3 kasus akibat tumburan kereta api dengan angkutan lain dan sisanya akibat kecelakaan lain.
Adapun penyebab kecelakaan, menurut Setio adalah tidak memadainya sarana dan prasarana kereta api serta kesalahan manusia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesian Railway Watch, Taufik Hidayat menyatakan, kualitas organisasi perusahaan, pemeliharaan, pelayanan dan keandalan, juga menjadi faktor penyebab kecelakaan.
Ia menyebutkan pensinyalan, pengadaan kereta api listrik, dan lintasan Jabotabek sudah modern. Sejak tahun 90-an pemerintah telah mengeluarkan dana untuk peremajaan KA sekitar Rp 6 triliun. "Untuk itu partisipasi sumber daya manusia PT KAI selayaknya ditingkatkan. Itu yang paling pokok,” tegasnya.
Sedangkan menurut Kepala Humas PT KAI Patria Supriyosa, penyebab kecelakaan adalah kesalahan teknis dan kesalahan masnusia, serta bencana alam. Ia membantah bahwa semua keselahan itu dilakukan oleh internal PT KAI. "Seringkali kecelakaan di pintu lintasan kereta api disebabkan ketidakdisiplinan pengendara di jalan raya. Menerobos lintasan pintu kereta api,” tandasnya.
Listi Fitria - Tempo News Room
|