|
Ekonomi Bisnis
Pemerintah Subsidi Produsen Kompos
29 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meluncurkan program pemberian subsidi kompos kepada masyarakat yang betul-betul memproduksi kompos organik dari sampah kota dan menjual produknya.
Acara yang berlangsung di kantor KLH Jakarta, Senin (29/12), merupakan hasil kerja sama pemerintah dan Bank Dunia yang telah berlangsung sejak 2002. Dalam kerja sama tersebut, Bank Dunia melalui Global Environment Facility (GEF) telah menyetujui pemberian hibah dalam bentuk subsidi sebesar US$ 10 juta.
Dana yang akan turun sekarang ini, oleh pemerintah akan diberikan kepada produsen kecil, menengah, dan besar. Pemberian dana subsidi ini akan berlangsung selama sembilan tahun, yaitu sampai 2010. Namun untuk pemberian subsidi ini, KLH membatasinya hanya untuk produsen kompos di daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Pemberian subsidi akan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama mulai Maret 2002 sampai Desember 2004, tahap kedua mulai Januari 2005 sampai Desember 2007, dan tahap ketiga mulai Januari 2008 dan berakhir pada Desember 2010.
Besarnya jumlah subsidi akan disesuaikan dengan skala produksi kompos yang dihasilkan produsen. Bagi produsen skala kecil, yaitu produsen yang memproduksi kompos 1,0 sampai 1,9 ton per hari, akan menerima dana subsidi sebesar Rp 350 per kilogram kompos.
Untuk produsen menengah (memproduksi kompos sebanyak 2,0 sampai 4,9 ton per hari akan mendapat subsidi sebesar Rp 300 per kilogram, sedangkan untuk produsen skala besar (memproduksi kompos lebih dari lima ton per hari) akan mendapat subsidi sebesar Rp 200 per kilogram.
Menurut Tanwir Y Mukawi, Deputi V Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Sumber Noninstitusi KLH, dana yang diberikan Bank Dunia ini merupakan hibah murni tanpa ada keharusan mengembalikan dana tersebut.
Dia juga mengatakan Bank Dunia sempat mengancam akan mengalihkan dana subsidi ini ke Cina jika Indonesia lambat melaksanakannya. "Dana subsidi sudah bisa dibayar ke produsen tahun ini (2004)," kata Tanwir.
Tanwir menambahkan, sampai saat ini sudah ada 200 produsen kompos yang berminat, namun yang mengajukan proposal baru 50 produsen.
Acara peluncuran ini selain dihadiri Pimpro KLH, Bank Dunia, juga dihadiri oleh hampir ratusan masyarakat yang berminat mendapat bantuan subsidi. Mereka datang dari Bandung, Depok, Tangerang, Banten, dan daerah Jakarta sekitarnya.
Sunariah - Tempo News Room
|