|
Ekonomi dan Bisnis
2006, Produksi Perikanan Indonesia Ditargetkan 8,62 Juta Ton
24 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pada 2006, ditargetkan produksi perikanan akan mencapai 8,62 juta ton dengan nominal 5 miliar dolar Amerika. Jumlah itu akan memberikan kontribusi pada Pendapatan Domestik Brutto (PDB) nasional sebesar 10 persen. Diperkirakan juga, terjadi penyerapan tenaga kerja sebesar 7,4 juta orang. Demikian keterangan pers yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan (DKP) Rokhmin Dahuri, di Jakarta, Senin (22/12).
Pada 2003 saja, produksi perikanan Indonesia mencapai 5,948 juta ton. Dalam posisi itu, Indonesia menempati urutan keenam negara produsen ikan terbesar di dunia, setelah Cina, Peru, India, Jepang dan Amerika Serikat. Menurut Rokhmin Dahuri, periode 2004-2005 merupakan tahap persiapan memantapkan dasar gerakan nasional. Beberapa program yang akan dipilih untuk dikembangkan, di antaranya, industri tambak udang di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. Kemudian, pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil di 30 provinsi serta penyelamatan nilai ekonomi illegal fishing sebesar 2-4 miliar dolar Amerika per tahun.
Sebelumnya, Presiden Megawati Soekarnoputri telah mencanangkan gerakan nasional pembangunan kelautan dan perikanan yaitu Gerbang Mina Bahari pada 11 Oktober 2003 di Teluk Tomini, Sulawesi. Tapi, instruksi presiden tak kunjung keluar sampai sekarang. "Sudah ada disposisi dari Presiden ke Sekretariat Negara, kita tunggu saja," kata Rokhmin yang menyesalkan lambannya proses keluarnya inpres. Tentu saja, itu menyulitkan pendekatan terhadap gubernur di seluruh daerah untuk penerapan gerakan nasional. Hingga saat ini, pencanangan tingkat provinsi telah dilakukan Provinsi Sumatera Utara pada 19 Desember 2003 di Pantai Cermin, Deli Serdang.
Martha W - Tempo News Room
|