|
Nasional
Pemilu 2004 akan Perkuat Pembangunan Ekonomi
17 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemilihan Umum 2004 yang akan datang akan menimbulkan keterkaitan memperkuat pembangunan ekonomi. "Saya tidak setuju (adanya pendapat) pemilu akan mengganggu," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti usai menjadi pembicara dalam seminar "Reshaping the Asia Pasific Economic Order" di gedung CSIS, Jakarta, Rabu (17/12).
Pemilu nanti, kata dia, harus diyakini sebagai upaya memperkuat demokrasi dan reformasi. "Keterbukaan akan jauh lebih hebat," katanya. Pemilihan nanti, lanjutnya, merupakan pesta pertama rakyat yang menentukan sendiri calon presidennya. Menurutnya, pemilihan nanti akan mewujudkan harapan masyarakat dibanding tahun 1999.
Pada 1999, lanjutnya, pemilihan umum banyak diramal akan membawa dampak negatif pada perekonomian. Namun yang terjadi jauh dari yang dibayangkan. Tingkat registrasi dan partisipasinya tinggi. "Malah saya kira itu pemilu terbaik," katanya.
Dorodjatun juga menegaskan pemilu 2004 nanti masih tetap akan mendorong arus investasi ke Indonesia. Program ekonomi, kata dia, masih tetap akan melanjutkan program tahun-tahun sebelumnya dengan menggunakan kapasitas yang ada. Jika investasi dunia bergerak cepat, lanjutnya, diharapkan pemasaran di Indonesia juga akan meningkat.
Tingkat investasi tahun depan, kata dia, akan membawa pertumbuhan ekonomi pada angkat lima atau enam persen. Pembangunan ekonomi, termasuk tingkat investasi di Indonesia tidak akan melompat secara jauh. Pertumbuhan ini, lanjutnya, akan tetap mengikuti alurnya. "Mungkin setelah 2005 akan bergerak diatas lima persen," katanya.
Menanggapi skenario negatif akibat pemilu 2004, Dorodjatun menegaskan persoalan ini akan ditangani bersama Menko Polkam dan Menko Kesra. "Apapun yang dilakukan, program beras miskin tetap jalan, persediaan minyak tanah tetap dilakukan dan program untuk pelanggan listrik masih tetap berlaku," katanya.
Yandi M. Rofiandi - Tempo News Room
|