|
Ekonomi Bisnis
Kasus Pembobolan Tak Pengaruhi Kinerja BRI
15 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Rudjito mengatakan, kasus pembobolan rekening BRI senilai Rp 294 miliar tak mempengaruhi kinerja bank plat merah itu. "Buktinya harga saham BRI sejak 1 Desember tetap tinggi," katanya di Jakarta, Senin (15/12) sore.
Tanggal 1 Desember merupakan tanggal di mana BRI pertama kali melepas saham perdananya ke publik. Sejak dilempar ke lantai bursa, kata Rudjito, posisi saham BRI masih di Bursa Efek Jakarta menempati urutan ke dua. "Sekarang ketiga setelah saham Bumi Resources dan PT Telkom," katanya.
Selain itu transaksi BRI juga tetap paling tinggi dibanding bank lainnya. Kasus pembobolan oleh Kepala Cabang BRI Senen juga tak berpangaruh ditunjukan dengan tak menyurutnya dana nasabah ke rekening BRI. "Artinya kepercayaan masyarakat masih tinggi," ujar Rudjito.
BRI, kata Rudjito, juga tak menganggap masalah dan mengganggu kinerja setelah DPR membentuk Panitia Khusus untuk mengungkap kasus pembobolan rekening BNI dan BRI. Menurutnya, Pansus itu hanya untuk mendalami kasus pembobolan itu. "Selebihnya kami serahkan ke kejaksaan," katanya.
Dalam kasus itu juga manajemen tak menemukan data baru selain dana yang tersisa dari pembobolan itu di BRI tinggal Rp 31 miliar. "Masih seperti yang dulu-dulu," ujarnya.
Mengenai rencana BRI di 2004, kata Rudjito, pihaknya akan memperkuat tiga hal, yakni: menambah modal, meningkatkan manajemen risiko, dan meningkatkan teknologi informasi. Dengan bangga Rudjito mengungkapkan kini cabang BRI di tingkat propinsi sudah melakukan transaksi secara online. "Semua unit sudah mengelola 12,5 juta rekening secara online," katanya.
Pada 2004, katanya, BRI akan tetap fokus pada pengembangan usaha kecil dan menengah. Rencananya, BRI akan ekspansi ke sektor mikro sebesar 18-20 persen. Tahun ini, kredit BRI sudah sekitar 85 persen terserap industri mikro. "Untuk ekspansi itu pertambahannya sekitar Rp 8 triliun," katanya.
Menurutnya, sektor perbankan kini juga sudah melirik sektor ritel yang juga mencakup industri kecil. "Fokus BRI dari dulu kan sektor mikro dan menengah," katanya. Untuk itu, tiga hal yang menjadi fokus BRI di tahun depan akan menunjang rencana ekspansi BRI sendiri.
Bagja Hidayat - Tempo News Room
|