Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

PT Taspen Siap Borong Obligasi Negara
15 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Taspen (Persero) sudah menyiapkan dana Rp 1-2 triliun untuk membeli obligasi pemerintah yang akan dilelang besok (Selasa,16/12). "Kami sudah siapkan dananya," kata Direktur Utama PT Taspen Achmad Subianto ketika dihubungi di Jakarta, Senin (15/12).

Pemerintah akan melelang obligasi seri FR0024 mulai pukul 10.00 WIB besok. Jumlah nominal surat utang negara yang akan dijual sebesar Rp 2,5 triliun.

Ketika ditanya kemungkinan PT Taspen akan jadi pembeli tunggal obligasi itu, Subianto menjawab dengan tertawa. "Kalau pemerintah sudah membayar kewajibannya, kami akan beli lebih besar lagi," katanya.

Asuransi dan dana pensiun adalah dua lembaga keuangan yang meramaikan pasar obligasi pemerintah dalam dua kali lelang sejak 5 November. Pada lelang obligasi bulan lalu, PT Taspen mengeluarkan dana Rp 1,7 triliun untuk membeli surat utang yang dilelang pemerintah sebesar Rp 2,5 triliun. Akibatnya, lelang obligasi itu mendapat kelebihan penawaran hingga 2,17 kali.

Obligasi yang akan dilelang besok merupakan obligasi yang sama dengan surat utang yang diterbitkan pada 5 November. Karena itu lelang besok disebut juga penawaran kembali obligasi pemerintah berjangka 10 tahun dengan bunga tetap 12 persen.

Menurut Subianto, dana pensiun memerlukan aset-aset jangka panjang seperti obligasi pemerintah untuk menopang aset perusahaan. Tahun ini, katanya, komposisi aset PT Taspen masih 60 persen deposito berjangka pendek dan sisanya obligasi berjangka panjang sebesar Rp 4 triliun. "Tahun depan dibalik, obligasi jadi lebih besar, ditambah saham-saham dari BUMN," katanya. Subianto pun menyatakan kesiapan Taspen pada lelang obligasi pada Januari 2004.

Jumlah obligasi yang akan diterbitkan besok merupakan bagian dari jumlah sisa obligasi pemerintah yang belum dijual sebesar Rp 3,2 triliun dari total obligasi pemerintah tahun ini sebesar Rp 11,7 triliun.

Pemerintah menaikkan jumlah obligasi setelah beberapa kali lelang mendapat kelebihan penawaran dari jumlah sebelumnya yang hanya Rp 7,7 triliun tahun ini. Hasil penjualan obligasi itu akan dipakai untuk menutup defisit APBN tahun ini sebesar Rp 43,4 triliun. "Kami bantu pemerintah (dengan membeli obligasi), agar APBN-nya tidak defisit terus," kata Subianto.

Bagja Hidayat - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Peringkat Utang Berpengaruh Pada Jumlah Penerbitan Obligasi
Dana Pensiun dan Asuransi Borong Obligasi Pemerintah
Depkeu Cari Pembeli Potensial Obligasi Pemerintah
Faisal Basri: Pemerintah Gagal Tarik Aset Konglomerat
PT Berlina tbk. Terbitkan Obligasi Rp 150 Miliar

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data