Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Deptan Keluarkan SK Varietas Dua Kacang Tanah
12 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pertanian, Bungaran Saragih mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk dua varietas kacang tanah baru, Jumat (12/12). Masing-masing diberi nama kacang garuda dua dan kacang garuda biga. Dua varietas baru kacang tanah ini hasil riset Divisi Plantation Garudafood Group.

Bungaran mengatakan keputusan itu dikeluarkan dengan sejumlah pertimbangan. Kacang garuda dua mempunyai keunggulan yaitu jumlah polong yang sebagian besar berbiji dua, kemampuan adaptasi yang tinggi karena bisa ditanam di dataran rendah sampai sedang, sawah, tegalan, dan tahan terhadap penyakit layu.

Sementara kacang biga mempunyai keunggulan jumlah polong yang sebagian besar berbiji tiga, beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai sedang, sawah maupun tegalan, dan memiliki daya tahan terhadap penyakit layu.

Kandungan protein kacang biga dan kacang dua masing-masing 25,25% dan 27,11% dengan kandungan lemak 46,82% dan 43,7% yang terdri dari asam lemak esensial seperti asam lemak oleat rata-rata 42 gram, linoleat 26 gram dan asam lemak arachidonat rata-rata 1,7 gram.

Bungaran dalam sambutannya yang dibacakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Jafar Hafsah mengatakan, dirilisnya dua varietas kacang tanah ini merupakan salah satu bukti komitmen swasta dalam mendorong pengembangan agribisnis kacang tanah dalam negeri. Caranya dengan mengembangkan benih unggul dan bermutu, serta membangun kerja sama kemitraan dengan petani kacang di berbagai daerah.

Menurut Jafar, Garudafood mempunyai mitra dengan lahan seluas 3.600 hektare. Dia berharap, luasan itu akan bertambah menjadi 10.000 hektar tahun 2004.

Martha Warta Silaban - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Menteri Ingatkan Fungsi Utama Badan Karantina
Produk Hortikultura Indonesia Terancam Ditolak Taiwan
Pupuk di Kaltim Langka dan Mahal

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data