|
Ekbis
Utang Baru CGI Rp 29,24 triliun
11 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Negara-negara kreditur yang tergabung dalam Kelompok Konsultasi untuk Indonesia (CGI) siap mengucurkan pinjaman Rp 29,24 triliun atau US$ 3,4 miliar pada 2004. "Ini baru komitmen, bisa juga kurang kalau kita tidak melakukan apa-apa," kata Menteri Keuangan Boediono dalam jumpa pers usai penutupan sidang CGI di gedung Bank Indonesia, Kamis (11/12) malam.
Untuk itu, jumlah pinjaman itu dijanjikan dengan beberapa syarat. "Kami akan melancarkan pencairan dengan melakukan perubahan-perubahan dalam proyek," sambungnya.
CGI bersidang selama dua hari sejak 10 Desember 2003. Hari pertama merupakan sidang pra-CGI yang juga melibatkan, --untuk pertama kalinya-- pihak swasta. Hari kedua merupakan evaluasi seluruh proyek yang berjalan pada 2003 dan kebutuhan pembiayaan pada 2004.
Total komitmen pinjaman tahun depan naik dibanding komitmen pinjaman pada 2003. Boediono belum bisa menyebutkan berapa realisasi jumlah pinjaman CGI tahun ini dari jumlah yang dijanjikan sebesar US$ 3,1 miliar. Angka mutakhirnya, katanya, baru bisa disebutkan akhir Desember 2003. Namun, rekapitulasi data Bank Indonesia hingga Nopember, realisasi pinjaman CGI tahun ini hanya US$ 1,1 miliar.
Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti yang memimpin jumpa pers menambahkan naiknya jumlah pinjaman CGI tahun depan disebabkan adanya kenaikan jumlah pokok utang luar negeri yakni Rp 44,4 triliun. "Defisit APBN 2004 memang turun, tapi Indonesia sudah mengakhiri program dengan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebabkan naiknya jumlah utang yang harus dibayar," katanya.
Tak adanya program IMF itu pula yang menyebabkan Indonesia tak punya lagi fasilitas penjadualan utang dari Paris Club.
Dari 30 negara yang hadir ditambah tiga lembaga multilateral, Bank Pembangunan Asia, Bank Dunia, dan Jepang merupakan pengucur pinjaman paling besar. Tiga lembaga itu masing-masing berjanji akan memberikan utang baru untuk pembiayaan program ekonomi sekitar US$ 800 juta, US$ 925 juta, dan US$ 660 juta. "Bank Dunia tahun depan akan memberikan pinjaman lagi jika pemerintah benar-benar melaksanakan white paper," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Andrew Steer yang juga hadir dalam jumpa pers.
White paper atau Paket Kebijakan Ekonomi pasca IMF merupakan sehimpun kebijakan ekonomi pemerintah yang menjadi acuan negara-negara donor sebelum berjanji memberi pinjaman. Menurut Wakil Presiden Bank Dunia untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik Jemal-ud-din Kassum, semua peserta CGI menyambut white paper sebagai sebuah paket kebijakan untuk memayungi sistem ekonomi yang baik. "Keberhasilan makro ekonomi banyak disanjung para peserta," katanya.
Dibanding 2003, janji pinjaman negara kreditor itu lebih tinggi sekitar US$ 100 juta. Jumlah US$ 3,4 miliar itu merupakan jumlah dari pinjaman program sebesar US$ 1 miliar, pinjaman proyek dan hibah US$ 1,8 miliar dan sumber pinjaman yang bukan dari negara non-CGI dalam bentuk kredit ekspor sebesar US$ 0,6 miliar. Menurut Menteri Keuangan Boediono yang akan dipakai untuk membiayai APBN 2004, hanya sebesar US$ 2,8 miliar atau setara Rp 24 triliun.
Dalam APBN 2004 yang sudah disetujui DPR, kebutuhan untuk pinjaman proyek sebesar Rp 19,7 triliun dan program Rp 8,5 triliun atau total Rp 28,2 triliun. Setiap negara dan lembaga multilateral mematok bunga pinjaman berbeda-beda yang berkisar antara 0-8 persen. Sedagkan kredit ekspor bunganya berkisar antara 2-9 persen yang berbeda-beda untuk setiap negara.
Bagja Hidayat - Tempo News Room
Janji Pinjaman CGI 2004 (US$ miliar)
2003 2004
Pinjaman Program 1,1 1,0
Pinjaman Proyek dan Hibah 1,6 1,8
Kredit Ekspor 0,4 0,6
Total 3,1 3,4
Sumber : Bank Dunia
|