|
| |
|
|
Ekonomi Bisnis
Indonesia Jangan Membuat Komitmen Besar Dulu Dengan CGI
11 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamat Politik dan Lingkungan, George Aditjondro mengatakan, Indonesia jangan membuat komitmen besar dulu dengan CGI maupun badan keuangan dunia lainnya.
"Kita harus memberikan tekanan kepada kreditur tersebut untuk membayar hutang-hutangnya dulu yang berhubungan dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di hutan Indonesia," katanya a dalam diskusi dengan topik utang, hak ekonomi sosial budaya dan hancurnya sumber daya alam Indonesia di Jakarta, Kamis (11/12).
CGI tidak membantu Indonesia dalam mengatasi kerusakan lingkungan. Ini ditunjukkan dengan tidak ada satupun dari 12 komitmen yang dibuat Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Kehutanan, dengan CGI tahun 2000 yang menunjukkan keberhasilan. Komitmen yang diinginkan Pemerintah Indonesia masih harus disesuaikan dengan keinginan negara donor CGI yang membutuhkan kayu dalam jumlah besara. Akibatnya, komitmen yang harusnya membantu Indonesia mencegah kerusakan hutan, malah justru menambah luasan hutan yang rusak di Indonesia.
Ade Fadli dari wahana lingkungan hidup mengatakan komitmen nol ini ditunjukkan dengan adanya program pemberantasan penebangan dan perdagangan ilegal yang lebih diarahkan pada upaya mencari kayu yang legal dari Indonesia.
Mereka cenderung melegalkan kayu yang diambil yang mengakibatakn hutan Indonesia berkurang dan rusak. Belum lagi upaya merestrukturisasi industri perkayuan yang dihantui kepentingan investor dari negara-negara anggota CGI.
Dia juga melihat adanya adanya tekanan dari perusahaan pertambangan yang notabene dikuasai pemodal asing yang telah menghancurkan hutan lindung yang tersisa di Indonesia. Jadi bisa dikatakan CGI hanyalah sebuah topeng yang seolah ingin melestarikan hutan, namun tujuannya adalah menguras habis sumber daya alam di Indonesia.
Maria Ulfah - Tempo News Room
|
|
|
| dibuat oleh danendro : Radja |
Berita Terkait
|
| |
Berita ekbis Lainnya
| |
|
| |
Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
|
| |
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
|
| |
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
|
| |
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
|
| |
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
|
| |
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
|
| |
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
|
| |
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
|
| |
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
|
| |
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)
|
| |
|
| |
Index Berita
|
|
|
|