Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Konsorsium Sorak Pemilik BII
10 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Anwar Nasution menyatakan bahwa Kookmin Bank telah lulus dari proses fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) yang dilakukan Bank Indonesia.

“Suratnya sudah saya tandatangani pagi ini,” kata Anwar ketika ditemui wartawan sebelum acara dengar pendapat dengan Panitia Kerja Amandemen UU BI di ruang Komisi IX gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (11/12).

Dengan demikian Kookmin Bank dari Konsorsium Sorak Finansial ditetapkan secara sah sebagai pembeli PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII). “Akhir bulan ini duitnya sudah akan diterima oleh Pak Boediono (Menkeu),” kata Anwar sambil tertawa lebar.

Proses uji kepatutan dan kelayakan dilalui dengan lancar karena adanya persetujuan dari Bank Sentral dan Menteri Keuangan Korea Selatan.

Menurut Anwar, dengan adanya kedua surat tersebut, BI memiliki kepercayaan terhadap Konsorsium Sorak yang sekarang memiliki 51 persen saham BII. “Kita saling percaya. Mereka percaya kepada BI dan kita percaya terhadap rekomendasi mereka,” ujar Anwar.

Anwar percaya bahwa Konsorsium Sorak akan mampu melakukan peranannya sebagai investor strategis dengan baik. “Temasek itu bagus. Kaya dan reputasinya bagus. Korea itu bagus, ini bukan negara main-main, kita harus percaya,” kata Anwar dengan nada tinggi.

Hal ini juga berarti bahwa Konsorsium Sorak mulai dapat mengambil alih dan melakukan aktivitas perbankan BII. “Bahkan mereka sudah dapat melakukan transaksi dengan baik,” ujar Anwar.

Sebagai catatan, Konsorsium Sorak beranggotakan Kookmin Bank dari Korea Selatan, Temasek Holding dari Singapura, Barclay Bank dari Inggris, dan International Comercial Bank Financial Holding Group dari Malaysia.

Mereka sebelumnya sudah menandatangani perjanjian jual-beli dengan BPPN dan sekarang setelah lulus uji kelayakan dan kepatutan, mereka menjadi pemilik sah BII.

Amal Ihsan - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pemerintah akan Perketat Pengawasan Perbankan
Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 20 Persen
Pefindo Naikkan Peringkat Bank Danamon
Perbankan Sebagai Primary Dealer Reksadana
Ketua BPK: Audit BNI Sudah Terlambat

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data