|
Ekonomi Bisnis
Jepang Akan Kucurkan Pinjaman Lunak Rp 8,2 Triliun
10 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yutaka Iimura mengatakan pemerintah Jepang akan mengucurkan pinjaman sangat lunak untuk Indonesia sebesar US$ 970 juta (Rp 8,2 triliun).
"Ini untuk membiayai tujuh proyek selama 2004,” katanya saat dijegat wartawan sebelum memasuki ruang sidang kelompok negara-negara kreditor untuk Indonesia (CGI) di Bank Indonesia, Rabu (10/12).
Menurut Yutaka, pinjaman ini merupakan suatu paket komitmen pemerintah Jepang yang akan difokuskan untuk memperbaiki iklim investasi, pemeliharaan, perbaikan jalan, dan perbaikan pelabuhan laut termasuk Tanjung Priok. “Ini pinjaman sangat lunak dengan syarat yang sangat lunak,” katanya.
Kata Yutaka, prioritas sidang CGI kali ini adalah memperbaiki iklim investasi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bersama dengan Duta Besar Amerika Ralph L. Boyce, dirinya akan melakukan pertemuan dengan Pemerintah Indonesia dan sektor swasta yang khusus membicarakan investasi.
Pinjaman Jepang untuk tahun depan, kata Yutaka, 17 persen lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Selain untuk membiayai tujuh proyek tadi, Jepang juga akan mengucurkan pinjaman untuk membiayai kesenjangan keuangan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2004. “Jumlahnya masih didiskusikan, mungkin baru besok dapat diketahui,” katanya.
Menurutnya, pemberi pinjaman terbesar bagi Indonesia selain Jepang adalah Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Bank Dunia. Ketiganya akan menegosiasikan keperluan pinjaman luar negeri Indonesia untuk tahun depan.
Pemerintah Indonesia sendiri mengajukan pinjaman ke CGI sebesar US$ 2,5-3 miliar. Jumlah ini akan dinegosiasikan dengan negara kreditor dalam sidang kali ini.
Dalam APBN 2004, pinjaman luar negeri Indonesia dipatok sebesar Rp 28,2 triliun, yang sebagian besar akan disediakan oleh CGI. Kebutuhan pinjaman proyek tahun depan sebesar Rp 19,7 triliun dan pinjaman program Rp 8,5 triliun.
Bagja Hidayat - Tempo News Room
|