Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Kadin Dorong Pengusaha Kecil Masuk ke Cina
09 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendorong pengusaha kecil untuk melakukan kerja sama perdagangan dengan Cina. Selama ini, ekspor Indonesia ke Cina lebih banyak di bidang migas, pertambangan, karet, CPO yang lebih banyak melibatkan pemerintah dan pengusaha skala besar.

Seperti diungkapkan Ketua Umum Kadin Indonesia Komite Cina, Sharif C. Sutardjo, pihaknya amat menyayangkan transaksi ekspor Indonesia ke Cina selama ini hanya dinikmati segelintir pengusaha. "Kami akan coba dorong pengusaha kecil untuk ikut mengirimkan produksinya ke sana," jelas dia usai membuka pertemuan bisnis antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha Cina dari Provinsi Fu Jian, di Hotel Shangrila Jakarta, Selasa (9/12).

Sharif mengatakan, pengusaha yang lebih didorong adalah yang terkait dengan natural resources. "Karena Cina tidak punya itu," kata dia. Sharif mencontohkan produk kayu dan turunannya ataupun karet dan turunannya harus digalakkan.

Pemfokusan ini, diupayakan karena Cina lebih memiliki daya saing untuk produk yang dihasilkannya. Kayu dan turunannya seperti furniture, papar Sharif, diharapkan dapat mengisi pasar Cina karena saat ini perumahan di sana tengah tumbuh pesat. "Jadi sebaiknya jangan mengekspor bahan baku, tapi bahan jadi," kata Sharif. Sebab, ini bisa mendorong banyak pengusaha kecil terlibat.

Selama ini nilai ekspor impor Indonesia dan Cina sekitar US$ 7,5 miliar. "Ini masih surplus, 60 persen ekspor, 40 persen impor," jelas Sharif. Namun meski nilai impor Cina dari Indonesia lebih kecil, tapi melibatkan banyak pengusaha kecil di sana. Produknya pun amat beragam. Sedangkan, ekspor Indonesia, papar Syarif tidak lebih dari 10 komoditi, terutama tambang, migas, CPO, karet, sebagian TPT, dan kayu.

Anastasya Andriarti - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Kadin Berupaya Optimalkan Investasi Cina di Indonesia
Keterkaitan Dunia Usaha dan Pemerintah Rawan Suap

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data