Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Medco Alokasikan Rp 2,55 Triliun untuk Akusisi, 2004
09 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT. Medco Energi Internasional Tbk akan mengalokasikan dana US$300 juta (sekitar Rp 2,55 triliun) untuk mengakuisisi lahan baru pada 2004. "Ada sekitar 10-20 blok yang sedang kami kaji tapi sebelum proses Sale and Purchase Agreement (SPA) belum bisa dipublikasikan lokasinya," demikian dikatakan Direktur Keuangan PT. Medco Energi Internasional Tbk Sugiharto pada pers dalam paparan publiknya di Bursa Efek Jakarta, Selasa (9/12).

Selain menyiapkan dana untuk akuisisi, Capital
Expenditure
Medco juga diarahkan untuk
investasi di minyak dan gas senilai US$124 juta (sekitar Rp 1 triliun). "Tahun depan total Capex kita diperkirakan mencapai US$ 435,4 juta (sekitar Rp 3,7 triliun) atau naik dibanding Capex tahun ini US$ 236,13 juta (sekitar Rp 2 triliun)," jelas Sugiharto.

Mengenai rencana akuisi, Sugiharto menguraikan, dari
sekitar 10-20 ladang baru baik minyak maupun gas yang
sedang dikaji, kemungkinan hanya 5 lapangan besar
atau 10 lapangan kecil yang akan diakuisisi. "Pokoknya
size kita sekitar US$300 juta untuk akuisisi,"
tegasnya.

Dana untuk strategi akusisi tersebut, diakui Sugiharto
berasal dari dana kontan yang saat ini mereka miliki
senilai US$233 juta (sekitar Rp 1,98 triliun). Untuk menambah pendanaan, ada tiga opsi tengah mereka kaji. Yaitu dengan melakukan reload treasury stock, yaitu saham yang sudah mereka beli akan dijual kembali ke pasar dengan harga baru. Jumlah sahamnya 6,8 persen.
Opsi lainnya dengan membuka pinjaman baru atau menerbitkan surat utang. "Namun kalau nilai akusisinya dibawah uang kontan yang kita miliki, pendanaan baru tidak kita lakukan," papar Soegiharto.

Selain strategi akuisisi, Medco juga merencanakan
untuk melakukan upaya eksplorasi wilayah kerja milik
perusahaan tersebut yang selama ini belum digali.

Sementara itu, untuk belanja operasional perusahaan
(operational Expenditure / OPEX) 2004, Medco memperkirakan akan mengeluarkan dana US$ 445,11 juta (sekitar Rp 3,78 triliun) atau naik dibanding tahun ini US$ 265,197
juta (sekitar Rp 2,25 triliun).

Sugiharto menjelaskan OPEX tersebut terdiri dari
US$160,322 juta (sekitar Rp 1,36 triliun) untuk minyak dan gas atau naik dibanding tahun ini US$ 135,675 juta (sekitar Rp 1,15 triliun). Sementara itu, untuk pengeboran dananya US$ 91 juta (sekitar Rp 161,4) naik dibanding tahun ini sebesar US$ 79,66 juta. Biaya lain-lain juga melonjak tajam di tahun depan US$ 169,914 juta (sekitar Rp 1,44 triliun) dibanding tahun ini sebesar US$ 17,254 juta (sekitar Rp 146,6 miliar). Sedangkan biaya operasional untuk methanol menurun dibanding tahun ini US$ 23,88 juta (sekitar Rp 202,9 miliar) dibanding tahun ini US$ 32,60 juta (sekitar Rp 276,97 miliar).

Sementara itu, per September 2003 perseroan telah
membukukan jumlah produksi minyak 70,4 juta barel per hari. Angka ini turun dibanding periode sama tahun lalu, yaitu 83,7 juta barel per hari. Sedangkan harga rata-rata minyak mencapai US$ 29,1 per barel dibanding tahun lalu US$ 22,81 per barel.

Medco mengharapkan penjualan gas sampai akhir tahun
mengalami kenaikan sampai diatas 90 juta kubik perhari. Naik dibanding tahun lalu sebesar 68,8 juta kubik kaki per hari. Harga rata-rata gas sendiri mengalami penurunan menjadi sebesar US$ 1,2 juta (sekitar Rp 10,2 miliar) thermal unit sampai akhir tahun ini, dibandingkan tahun lalu sebesar US$ 1,53 juta (sekitar Rp 13 miliar) thermal unit.

Adapun untuk produk methanol, perseroan memperkirakan
membukukan penjualan sebesar 285 ribu metrik ton pada
akhir 2003 ini atau naik dibanding tahun lalu
232,575 ribu metrik ton. Diharapkan pula harga
penjualan methanol mencapai US$ 205 per metrik ton pada
tahun ini atau naik dibanding tahun lalu sebesar US$ 132
per metrik ton.

Sementara itu, Medco memproyeksikan produksi minyak
70,2 juta barel per hari pada 2003 atau turun dibanding tahun lalu sebesar 87 juta barel perhari. Kendati demikian, harga minyak diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 27,4 per barel dibanding tahun lalu sebesar US$ 25,3 per barel.

Fitri Oktarini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Mitsui Beli Interest Proyek Tangguh
Gudang Garam Investasi Pabrik dan Mesin Baru
Investor Jerman Incar Enam Pulau Kecil di Riau
Pengusaha Terlantarkan Ribuan Hektare Tanah di NTB
Sony Akan PHK 20.000 Karyawan

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data