Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Panitia Khusus kasus BNI dan BRI Akan Dibentuk DPR
08 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi IX yang menaungi bidang Keuangan dan Perbankan - DPR akan membentuk Panitia Kerja (panja) atau Panitia Khusus (pansus) untuk menyelidiki kasus pembobolan dana di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank NasionalIndonesia (BNI).

Hanya belum diketahui apakah para wakil rakyat itu akan membentuk panja atau pansus. Wakil Ketua Komisi IX- DPR, Faisal Baasir, kepada wartawan usai acara dengar pendapat dengan direksi kedua bank, di gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (8/12) mengatakan, komisi keuangan dan perbankan ini sedang mempertimbangkan yang lebih efektif antara panja dan pansus. “Keputusannya baru bisa diketahui hari Rabu nanti,” katanya.

Pansus atau panja yang dibentuk nantinya akan menelusuri aliran dana yang diperoleh dari membobol dua bank negara tersebut. DPR akan menelusuri sampai ke personil dan orang yang memanfaatkan dan menggunakan dana tersebut. “Masalah kriminalnya sudah ditangani polisi,” ujarnya.

Faisal mengatakan, panitia tidak menelusuri kasus pembobolan BNI atau BRI, tapi juga akan membahas soal h pengawasan di perbankan. Karenanya, pansus atau panja a juga akan mengundang Bank Indonesia (BI) dan semua instansi lain yang terkait serta instansi aparat penegak hukum dengan seijin komisi yang lain.

Koordinasi dengan komisi yang lain ini, kata Faisal, diperlukan untuk menentukan apakah pembahasan masalah ini akan melebar ke komisi lain atau cukup ditangani panitia khusus atau kerja yang dibentuk tersebut.

Amal Ihsan — Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Masyarakat Kecewa Kinerja DPR
Pemerintah dan DPR Gagal Putuskan Kasus Tumpang Tindih Lahan Hutan Lindung
DPR RI akan Mempererat Kerja Sama dengan Tajikistan
Tidak Ada Mark Up dalam Pengadaan Komputer DPR
DPR Anggap Tak Masalah dengan Adanya Perpu Teroris

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data