Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Tiga Konsorsium Diizinkan Ikut Divestasi Bank Lippo
05 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: BPPN mengizinkan kembali tiga konsorsium yang melakukan penawaran terhadap Bank Lippo beberapa waktu lalu untuk ikut dalam divestasi 52,05 persen saham bank tersebut. Tiga konsorsium yang sebelumnya melakukan penawaran dibawah harga BPPN itu adalah Konsorsium Euro Capital, Swiss Asia dan Summit Invesment.

"Kita membuka kesempatan seluas-luasnya. Tetapi karena waktunya lebih pendek kita akan memberikan perhatian pada bidder (penawar) yang sudah ada," kata I Nyoman Sender, deputi kepala BPPN bidang restrukturisasi perbankan dalam konfrensi pers di Wisma Danamon Aetna Life, Jakarta, Kamis (4/12).

Beberapa waktu lalu BPPN sempat melakukan rencana divestasi saham Bank Lippo. Tetapi dalam penjualan saham tersebut BPPN menyatakan tidak ada pemenangnya karena para penawar memasukan harga di bawah harga patokan BPPN.

Hari ini, BPPN kembali merencanakan divestasi atas saham milik pemerintah di Bank Lippo. Calon investor, menurut Sender, harus merupakan bank komersial atau jika berbentuk konsorsium harus dipimpin oleh bank komersial yang memiliki sekurang-kurangnya 10 persen dari total saham Bank Lippo. Bank komersial itu, harus sebanding dengan Bank Lippo. "Kalau memang susah kita mendapatkan pembeli besar artinya mendekati atau dibawah sedikit tidak apa-apa," ujarnya.

Mengenai harga yang ditawarkan, Sender menyatakan, akan mengikuti perkembangan pasar. Ia menilai penetapan harga pada ketentuan pasar lebih realistis. "Memang saya lihat harga pasarannya turun dari Rp 575 per lembar," katanya.

BPPN merupakan pemegang saham mayoritas di Bank Lippo setelah dilaksanakannya rekapitalisasi pada 28 Mei 1999. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi (tidak diaudit) per September 2003 tercatat bank tersebut memiliki laba bersih sebesar Rp 7,6 miliar. Total asetnya mencapai Rp 25,8 triliun dengan ratio kecukupan modal sebesar 23,6 persen.

Edy Can - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data