|
Ekonomi Bisnis
Internet Indonesia akan Kehilangan Back-up
04 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Satu dari tiga titik pertukaran trafik internet Indonesia (Indonesia Internet Exchange 1/IIX-1) dalam waktu tujuh bulan mendatang kemungkinan besar akan ditutup. Sebab, kontrak lokasi salah satu penyelenggara jasa internet (PJI) yang sekaligus menjadi titik simpul IIX di Gedung PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) Jakarta tidak akan diperpanjang.
IIX adalah titik interkoneksi nasional antar PJI di Indonesia, sehingga pelanggan dari satu PJI dapat dengan mudah dan murah berkomunikasi dengan pelanggan PJI lain yang berada di Indonesia. Tanpa interkoneksi nasional ini, kecepatan lalulintas informasi antar PJI di Indonesia akan bergantung pada interkoneksi internet di luar negeri yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan PJI Indonesia.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Heru Nugroho dalam surat elektroniknya kepada Tempo News Room, Kamis (4/12) menuturkan , meskipun APJII masih memiliki IIX-2 dan IIX-3, ditutupnya IIX-1 akan meningkatkan faktor resiko terganggungnya interkoneksi internet Indonesia.
Ia menjelaskan, selama ini IIX-1 yang mulai dibangun tahun 1995 berperan sebagai back-up IIX-2. Peran pendukung ini, jelas Heru, sangat vital untuk mengamankan interkoneksi trafik internet jika IIX-2 yang ada di Gedung Cyber Jakarta mengalami masalah. "Sementara IIX-3 masih dalam pengembangan dan belum cukup kuat menggambil fungsi IIX-1 dalam waktu lama," kata dia.
Untuk melakukan pemindahan IIX-1 yang merupakan cikal bakal titik pertukaran trafik internet nasional ke lokasi lain, menurut Heru, berdasarkan pengalaman bukan suatu perkara mudah. Kendala pertama adalah proses pengumpulan titik pertemuan trafik antara beberapa PJI yang sulit dan lama. Hambatan kedua adalah pemindahan tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Heru menambahkan, PJI lainnya yang juga tidak diperpanjang kontrak lokasinya oleh Telkom sesungguhnya telah melakukan korespondensi dan dialog dengan Telkom. Tapi, sergah dia, kelihatannya pemilik gedung belum memahami fungsi dan keberadaan IIX sehingga tetap mengharuskan PJI-PJI itu pindah. "Pada prinsipnya pengganti IIX-1 akan kami siapkan, tapi tanpa dukungan dari semua pihak upaya itu akan sangat panjang, seperti pengalaman kami membangun IIX node demi node," tukasnya.
Sekjen mengingatkan semua penyelenggara jasa, pengguna, dan penyedia layanan internet untuk sejak dini berjaga-jaga kalau suatu saat nanti terjadi gangguan internet yang mengakibatkan ketidaknyamanan berinternet di Indonesia.
Ucok Ritonga - Tempo News Room
|