Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

PT Dirgantara akan Bentuk Konsorsium Asean
04 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Untuk memperkuat pemasaran pesawat yang telah dan akan dibuat, PT Dirgantara Indonesia akan membentuk konsorsium Asean, yang terdiri dari beberapa negara di Asia tenggara.

Demikian dijelaskan Direktur Utama PT Dirgantara, Edwin Sudarmo, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/12) siang. "Hal tersebut dilakukan agar perusahaan yang mulai berorintasi bisnis itu bisa berkembang," katanya. Beberapa negara yang diajak bicara soal tersebut antara lain Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Direktur Niaga PT Dirgantara, Iwan Sumitro, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, untuk tahap awal pembicaraan telah dilakukan dengan Malaysia. "Kita akan fokuskan pada pembuatan pesawat berpenumpang 19 orang," katanya. Alasannya, kata dia, selain biaya operasionalnya murah, juga harga yang ditawarkan relatif murah. "Selain cocok dengan kondisi geografis kedua negara, juga harganya sekitar US$ 2,5-3 juta," ujarnya.

Ditambahkan, sekitar akhir tahun ini, kedua belah pihak akan melakukan pembicaraan ulang mengenai hal tersebut di Bandung. Masing-masing negara akan saling menjajaki peluang pasar di negara masing-masing. "Nanti kita akan buat list, kita mampu buat apa saja, demikian halnya dengan Malaysia," kata Iwan.

Dalam pembicaraan tersebut, Thailand dan Brunei Darussalam akan diajak bicara. Khusus untuk Brunei, dia menjelaskan, akan berfungsi sebagai investor. Alasannya, wilayah geografis negara tersebut yang relatif kecil tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan dalam negerinya.

Ditambahkan Iwan, nantinya keempat negara Asean tersebut akan membentuk satu kesepakatan yang berisi perlindungan terhadap pasar. "Kita akan mementuk kesepakatan yang protektif terhadap pasar kita," tandasnya.

Danto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Recovery PT Dirgantara Mulai Awal 2004
PT Dirgantara Indonesia Targetkan Penjualan 40 Pesawat CN-235
Karyawan Dirgantara Terancam Tak Terima Gaji
Anak Perusahaan PT Dirgantara Diminati Investor
Perundingan Karyawan dan Direksi PT DI Kembali Buntu

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data