|
Ekbis
PT Dirgantara Indonesia Targetkan Penjualan 40 Pesawat CN-235
04 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mulai 2004, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menargetkan penjualan sekitar 40 pesawat jenis CN 235 ke beberapa negara, khususnya di kawasan Asia. Syaratnya, semua permasalahan perusahaan, terutama proses pemutusan hubungan kerja 6.600 karyawan, diharapkan selesai akhir tahun 2003.
Menurut keterangan Direktur Niaga PT DI, Iwan Sumitro, rencana tersebut merupakan bagian dari strategi besar perusahaan yang telah ditetapkan pihak manajemen. "Rencananya, 40 pesawat tersebut akan kita jual ke beberapa negara Asia, seperti Thailand, Malaysia, Brunei, Korea dan juga ke Libya," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/12) siang.
Sebelum melakukan penjualan, pihaknya akan berusaha mendapatkan kontrak pembuatan pesawat, yang menurutnya terbaik di kelasnya diseluruh dunia itu. "Kita targetkan kontrak penjualan sejumlah pesawat itu pada periode 2004-2010," jelas Iwan.
Pihaknya juga akan melakukan minor investment di assembly line CN 235 sehingga dapat melakukan produksi sampai dengan 12 pesawat per tahun hingga 2005 mendatang.
Sementara itu, Direktur Utama PT DI, Edwin Sudarmo menjelaskan, sekitar 18 Juni 2003 lalu pesanan component Outter Flaps dari CASA untuk tahap pertama sebanyak 12 S/S telah diterima UPC CN-235. Order pertama ini merupakan bagian dari rencana total pemesanan 140 S/S dengan nilai total US$ 2,8 juta sampai dengan 2010.
Dijelaskan, pesanan tersebut saat ini dalam tahap pelaksanaan, baik di area manufacturing maupun di area assembly. "Diharapkan 4 S/S pertama dikirim sampai Desember 2003, sedang sisanya akan diselesaikan sampai April 2004," ujarnya.
Sementara itu, persiapan produksi component serial production CASA sebanyak 78 S/S lainnya dengan nilai sekitar US$ 6,3 juta, direncanakan pelaksanaan pengirimannya mulai Januari 2004 sebanyak 3 S/S dan selanjutnya bertahap sampai 2004. Sedang pada Juli 2003 lalu pengiriman komponen ke CASA senilai US$ 315 ribu, menurutnya telah terlaksana dengan baik.
Ditambahkan, selama September 2003 lalu, pelaksanaan program CN-235-220 pesanan Pakistan difokuskan pada penyelesaian Ground Run (Non NVG) pesawat pertama N-043. Untuk mensukseskan hal tersebut, sejak 8 September sampai dengan 17 Oktober para teknisi Pakistan Air Force (PAF) menjalani program CN-235 Line Maintenance Training. Training yang berjalan selama sembilan hari tersebut diikuti 28 teknisi dan berlangsung di URC Customer Support.
Danto - Tempo News Room
|