|
Ekonomi Bisnis
Hubungan Indonesia-CGI Perlu Direposisi
04 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia harus meninjau kembali atau mereposisi hubungannya dengan CGI (Consultative Group for Indonesia) untuk mengurangi tekanan terhadap pemerintah dalam mendapatkan pinjaman.
"Kita harus mengurangi prilaku CGI yang seperti kartel karena prilaku seperti itu mengurangi posisi tawar Indonesia," kata Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Perekonomian, di Hotel Santika Jakarta, Kamis (4/12).
Rizal mengatakan CGI sering bertindak seperti kartel, di mana negara-negara yang tergabung dalam CGI sering meminta banyak konsensi di dalam sidang ekonomi dan politik pemerintah Indonesia.
Banyak negara, menurutnya, yang memberikan pinjaman dalam jumlah kecil tetapi sering menyampaikan berbagai permintaan yang tidak sebanding dengan jumlah yang dikucurkannya.
Karena permintaan itu datang dari negara donatur, kata Rizal, maka belum tentu sesuai dengan prioritas Indonesia saat ini. "Cukup banyak undang-undang yang dibuat terkait dengan pinjaman atau istilahnya low tight loan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan kita," ujarnya.
Lembaga ini, menurut Rizal, sering memaksakan Indonesia harus mengikuti model pembangunan yang sama di seluruh dunia (Konsensus Washington).
Oleh karena itu, Rizal menyarankan agar pemerintah tidak mengikuti permintaan atau nasihat yang datang dari negara-negara donatur tersebut. "Jangan dengarkan nasihat dari negara-negara donor, tapi contoh apa yang mereka lakukan. Mereka sering memberikan nasihat yang mereka sendiri tidak kerjakan," katanya.
Selain perlu melakukan reposisi, Indonesia juga perlu mengambil inisiatif dalam pertemuan CGI. Menurut Rizal, harus ada kepemimpinan gabungan dalam menentukan agenda sidang.
Pemerintah Indonesia sendiri dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan CGI pada 10-11 Desember di Jakarta. Pertemuan itu akan membahas seberapa besar pinjaman yang akan dikucurkan kepada pemerintah Indonesia.
Edy Can - Tempo News Room
|