Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Karyawan Dirgantara Terancam Tak Terima Gaji
03 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ribuan karyawan PT Dirgantara Indonesia terancam tidak akan menerima gaji Desember akibat tidak tercapai kesepakatan antara direksi dan serikat pekerja dalam pertemuan bipartit yang digelar kemarin. Kegagalan ini membuat proses pemutusan hubungan kerja 6.600 karyawan Dirgantara kembali terkatung-katung.

Wakil Direktur Dirgantara Rudhy M. Mokobombang mengharapkan penyelesaian masalah PHK dapat dirampungkan selambat-lambatnya pertengahan bulan ini. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan gaji untuk karyawan yang akan diberhentikan.

Menurut Rudy, manajemen Dirgantara sudah tidak sanggup lagi membayar gaji untuk Desember. "Kecuali pemerintah mau membantu," katanya kepada Koran Tempo dan SCTV seusai perundingan.

Lebih jauh ia menjelaskan, dana talangan dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional sebesar US$ 50 juta (Rp 425 miliar) hanya cukup membayar gaji karyawan untuk Oktober-November, tunjangan hari raya, dan pesangon.

Rp 78 miliar di antaranya sudah dipakai untuk gaji Oktober dan November serta THR. Sisanya, baru akan dicairkan jika penyelesaian proses PHK rampung untuk membayar pesangon karyawan.

Menteri Tenaga Kerja Jacob Nuwa Wea di hadapan anggota DPR kemarin menyatakan, PHK mau tidak mau harus dilakukan untuk mempertahankan PT Dirgantara. Untuk itu akan diupayakan penyaluran karyawan ke perusahaan negara lainnya. "Malah akan kami usahakan untuk disalurkan ke luar negeri," katanya.

Rencana PHK bermula dari dikeluarkannya surat keputusan direksi, 12 Juli lalu, yang merumahkan semua karyawan Dirgantara yang berjumlah sekitar 9.600 orang. Langkah ini terpaksa dilakukan karena industri pesawat terbang ini terbelit utang dan tidak lagi mampu mengongkosi biaya operasionalnya.

Rudhy menjelaskan, dalam pertemuan bipartit, rencana PHK ditentang karyawan. Menurut Sekretaris Umum Serikat Pekerja A.M. Bone, penolakan muncul karena rencana PHK merupakan kelanjutan SK direksi yang merumahkan karyawan. "Kami tidak akan pernah setuju membicarakan PHK kalau prosesnya tidak dimulai dari awal," ujarnya.

Dengan kegagalan itu, manajemen Dirgantara meminta Departemen Tenaga Kerja menggelar pertemuan tripartit. Menurut Rudhy, Depnaker nantinya akan berperan aktif dalam pengambilan keputusan. "Kalau bisa minggu ini juga (rapat digelar)," ujarnya. Sebab, kesepakatan inilah yang kelak akan dijalankan manajemen.

Jika dari pertemuan tripartit tetap belum dicapai kata sepakat, Jacob berkata, "Akan dipakai pasal PHK."

Berkaitan dengan rencana penjualan anak perusahaan Dirgantara, Menteri Riset dan Teknologi Hatta Radjasa mengatakan, sudah ada tiga investor yang berminat membeli PT Nusantara Turbine. Ketiga investor itu adalah PT Indonesia Power, PT Volvo dan PT. MTU German. "Nilai jualnya US$ 30-40 juta," katanya.

Kurniawan/Rinny S/Edy Can/Priandono - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Anak Perusahaan PT Dirgantara Diminati Investor
Perundingan Karyawan dan Direksi PT DI Kembali Buntu
Keputusan Rasionalisasi karyawan Dirgantara Indonesia bisa Direvaluasi
Pemerintah Tetap Merumahkan Karyawan Dirgantara Indonesia
Pemerintah Rasionalisasi Karyawan Dirgantara

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data