Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Tepung Terigu Rusak di Tanjung Priok
02 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 18 kontainer tepung terigu atau Wheat flour yang tertahan dipelabuhan Tanjung Priuk diperkirakan mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya milik perusahaan importir PT Yurisa Bina Sejahtera, yang setelah dilakukan pengecekan sampel mengalami kerusakan karena terlalu lama ditimbun di kontainer.

Sisanya, 10 peti besi milik PT Surya Agung dan satu milik PT Central Boga Inti Makmur diperkirakan juga megalami kerusakan. Hanya perusahaan importir
belum bersedia melakukan pengecekan sampel terhadap
barang miliknya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penyelidikan Kantor Wilayah Bea Cukai Tanjung Priuk, Jusuf Indarto ketika dihubungi TNR, Selasa (2/12) mengatakan, 18 kontainer tersebut merupakan bagian dari 412 kontainer tepung terigu impor asal sejumlah negara seperti India dan Australia.

Terigu impor itu tidak bisa keluar pelabuhan Tanjung priok karena tidak turunnya SPB (Surat Pemberitahuan Barang) dari Depperindag. Tepung ini sempat menjadi polemik yang berujung pada permintaan depperindag agar tepung terigu tersebut dimusnahkan.

Tapi, jumlah kontainer yang tertahan berkurang dari semula. Sebelumnya Depperindag menyebutkan ada 70 kontainer berisi tepung terigu yang tak boleh keluar dari Tanjung Priok. Ketika dicek kembali, jumlahnya sudah menyusut menjadi hanya 18 peti besi. Kabarnya, sebagian telah diijinkan keluar dari pelabuhan karnea kantor bea cukai setempat telah menurunkan SPB-nya.


Ramidi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Australia Kembalikan Pelaut Indonesia
Batam Makin Rawan Penyelundupan
Polda Metro Jaya Mengungkap Penyelundupan Kayu Ilegal
Presiden Akan Membahas Masalah Penyelundupan dengan Ditjen Bea Cukai
1100 Ton Pasir Timah Siap Ekspor Disita

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data