Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Menperindag: Tata Niaga Beras untuk Menstabilkan Harga
02 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk menjaga kestabilan harga di tingkat petani, pemerintah memikirkan untuk memberlakukan tata niaga beras, seperti yang dilakukan terhadap gula. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini MS Soewandi.

Menurut Rini, menjaga kestabilan harga di tingkat petani merupakan prioritas pemerintah saat ini. “Menjaga harga di tingkat petani saat ini kan paling penting,” katanya. Saat ini, tambah Rini, kebijakan harga beras dilakukan melalui pengaturan bea masuk.

Rini mengatakan praktek pengaturan tata niaga seperti gula dirasa cukup ampuh untuk menjaga kestabilan harga di tingkat petani tebu. “Hal serupa kami inginkan terjadi pada petani padi,” jelasnya.

Impor beras saat ini, kata Rini, hanya berdasarkan NPIK (Nomor Pengenal Importir Khusus). Tidak ada izin spesifik yang harus dikeluarkan instansi tertentu, sedangkan importir hanya perlu mendaftar saja.

Sementara itu, berkaitan dengan stok beras, Rini mengatakan stok beras nasional cukup hingga Januari 2004. Menurutnya, pemerintah belum merasa perlu mengimpor beras saat ini.

Rini mengatakan akan mengecek soal informasi impor beras akhir tahun. “Kalau benar Bulog akan melakukan itu, Deperindag mestinya tahu,” kata Rini. Penyebab kesimpangsiuran informasi ini, papar dia, lebih karena Bulog tidak pernah melaporkan hal ini ke Deperindag tapi justru ke Kementerian BUMN. “Seharusnya ke Deperindag,” katanya.

Anastasya Andriarti - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Impor Beras 2,48 Juta Ton Dipertanyakan
Tahun 2003 Indonesia Kekurangan Beras 4,65 Juta Ton
Harga Dasar Gabah Naik 15%
Bantuan Beras Walubi Ada yang Salah Alamat

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data