Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Kwik: Indonesia Tidak Perlu Skenario CGI
02 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie menyatakan Indonesia tidak memerlukan skenario pinjaman dari Consultative Group for Indonesia (CGI) baik skenario rendah (low case) maupun skenario tinggi (high case).

Kwik mengakui Indonesia memerlukan pinjaman dari CGI untuk menutupi defisit anggaran APBN 2004. Tetapi, menurutnya, negara donatur tersebut tidak perlu melakukan sikap-sikap yang menyulitkan Indonesia.

"Indonesia memang perlu utang, tapi kreditor juga jangan sok-sokan. Yang perlu itu Indonesia punya utang atau anda (CGI) membuat utang agar mendapat bunga dari pinjaman," kata Kwik usai acara halal bihalal di Gedung Bappenas Jakarta, Selasa (2/12).

Sikap Kwik ini sendiri seperti diakuinya berbeda dengan sikap yang ditunjukkan oleh Departemen Keuangan. Ia menyatakan, jika diberi kesempatan berbicara dalam forum CGI akan menggugat negara-negara CGI tersebut.

Kwik beralasan negara-negara CGI itu masih tergabung dalam Paris Club, sedangkan Indonesia sejak 1 Januari 2004 sudah tidak mendapatkan fasilitas Paris Club dari IMF lagi. Menurutnya, sikap ini tidak seimbang.

Pertemuan CGI sendiri dijadwalkan akan berlangsung 10-11 Desember mendatang di Jakarta yang akan membahas masalah pinjaman CGI ke Indonesia. Besarnya pinjaman CGI itu tercermin pada pinjaman program dan pinjaman proyek di APBN.

Untuk APBN 2004 telah disepakati pinjaman program sebesar Rp 8,5 triliun dan pinjaman proyek sebesar Rp 19,737 triliun. Posisi utang luar negeri Indonesia per semester I 2003 sebesar US$ 75,18 miliar, di mana 61 persennya berasal dari CGI-IGGI.

Edy Can - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Umar Juoro: Penundaan CGI Tak Terlalu Pengaruhi Ekonomi
Buntut Penundaan CGI, Indonesia Minta Bantuan Jepang
Sidang CGI Tetap Digelar di Yogyakarta
Pemerintah Putuskan Sidang CGI Tetap Pada Jadwal Semula
Faktor-Faktor Non-Ekonomi Berpengaruh pada Iklim Investasi

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data