Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Penjaminan
01 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga penjaminan untuk bulan Desember 2003. Suku bunga penjaminan satu bulan pada Desember ini ditetapkan sebesar 6,76 persen atau turun 0,42 poin dari suku bunga bulan November 2003 yang mencapai 7,18 persen.


Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjuddin, penurunan suku bunga penjaminan ini dikarenakan adanya penurunan rata-rata bunga deposito berjangka dari bank anggota /Jakarta Interbank Borrowing Rate/ (JIBOR). “Karena rata-rata suku bunga JIBOR turun, suku bunga penjaminan juga turun,” katanya kepada TNR di Jakarta, Senin (1/12) siang.

Seperti diketahui, mulai November 2003, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan baru yang menetapkan bunga penjaminan sebesar nol basis poin diatas rata-rata bunga deposito berjangka dari bank angota /Jakarta Interbank Borrowing Rate/ (JIBOR). Bank anggota JIBOR adalah 11 bank dengan asset terbesar sehingga mewakili hampir seluruh bank secara nasional. Suku bunga rata-ratanya dihitung mulai dari tanggal pertama awal bulan sampai akhir bulan.

Dengan kebijakan tersebut, Bank Indonesia tidak lagi menambah margin tertentu di atas rata-rata bunga deposito berjangka dari rata-rata bank di Jakarta atau /Jakarta Interbank Borrowing Rate/ (JIBOR) dalam menentukan bunga penjaminan. Sebelumnya, BI menetapkan suku bunga penjaminan berdasarkan bunga deposito berjangka dari bank-bank anggota JIBOR dengan margin 100 basis poin.


Dampak dari kebijakan tersebut, suku bunga penjaminan yang ditetapkan BI pada bulan November kemarin turun drastis dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk November 2003, bunga simpanan yang dijamin pemerintah adalah 7,18 persen untuk jangka waktu satu bulan. Level ini turun signifikan, yakni sebesar 121 basis poin dibandingkan penurunan Oktober 2003 yang sebesar 8,39 poin.


Adapun untuk Desember ini, suku bunga penjaminan untuk satu bulan adalah sebesar 6,76 persen. Sedangkan bunga penjaminan untuk 3 bulan adalah 6,78 persen, untuk 6 bulan sebesar 6,86 persen, untuk 12 bulan sebesar 6,92 persen dan untuk 24 bulan adalah sebesar 6,88 persen.


Tujuan BI menerapkan kebijakan ini, kata Aslim, adalah memaksa bank-bank menurunkan bunga deposito. Karena apabila ada bank yang mematok bunga deposito di atas bunga penjaminan, maka tidak akan dijamin pemerintah sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, harus ditanggung bank sendiri. “Kita memaksa /cost of fund/ bank-bank itu rendah. Sehingga mereka tidak punya alasan lagi mematok suku bunga kredit tinggi,” ujarnya.


Harapan BI dengan turunnya tingkat suku bunga deposito itu, akan menurunkan suku bunga kredit terutama perbankan swasta yang saat ini masih mencapai antara 14-17 persen. Margin yang terlalu besar tersebut diharapkan akan mendorong perbankan menurunkan suku bunga kredit. “Margin yang ada diperbankan sekarang masih sangat besar yakni sekitar 8 sampai 11 persen. Di negara lain yang normal misalnya Thailand, selisih suku bunga deposito dan kreditnya hanya sekitar 3,5 persen. Kita ingin mencapai margin normal tersebut,” katanya.


Dengan tingkat suku bunga kredit yang rendah tersebut, ujar Aslim, diharapkan akan lebih banyak pembiayaan mengalir ke sektor riil. Bergeraknya sektor riil dengan maraknya proyek dan usaha baru diharapkan akan menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.


Amal Ihsan —Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

BI Tutup Kegiatan RTGS, Kliring dan Kas selama 5 Hari .
BI Kirim Surat Peringatan ke Direksi BNI
Bank Indonesia Tingkatkan Layanan Penukaran Recehan
Draft RUU Transfer Dana Diserahkan Desember
Direktur Bank BNI Tak Mau Berkomentar

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data