|
Ekonomi Bisnis
Danareksa Menjamin Permintaan Saham PGN Oversubscribe
01 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Danareksa Josh Parengkuan menjamin permintaan saham Perusahaan Gas Negara akan melebihi penawaran ( oversubscribe). "Saya jamin akan lebih dari penawaran, oversubscribe, pasti terlampaui, tapi jumlahnya berapa kali belum tahu," ujarnya pada pers di Jakarta, Senin (1/12).
Berdasarkan informasi, sampai saat ini PGN sudah mengalami dua kali oversubscribe dan masih akan terus bergerak naik. Sejumlah direksi PGN dan underwriter saja masih melakukan penjajakan pasar dan sekarang berada di Hongkong.
Jadwal pemasukan penawaran (book building) saham PGN sendiri akan dilakukan pada tanggal 3 Desember mendatang. "Itu semua dalam perhitungan underwriter kita, sudah pertimbangkan adanya waktu libur panjang akhir tahun. Jadi banyak yang sudah mulai libur ini tidak bisa disalahkan karena sudah jadwalnya begitu dan tergantung juga besarnya dana yang ingin diserap," paparnya.
Ditanya kemungkinan pemerintah akan mengeksekusi harga maksimum kalau oversubscribe hanya sebanyak dua kali, Josh mengatakan, "Soal harga masih terlalu dini untuk diinformasikan, tapi logikanya kalau pemintaan tidak besar maka tidak akan diambil harga maksimum."
Pertengahan bulan lalu, Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi menyatakan kisaran harga saham PGN setara dengan nilai 5 sampai 7,25 kali perbandingan nilai perusahaan dengan laba bersihnya. Harga penawaran saham perdana PGN ditetapkan berkisar Rp 1.300-Rp 2.100.
Dalam penawaran perdana (IPO), PGN menawarkan sebanyak 1.296.296.000 lembar saham yang terdiri dari 820.987.000 lembar saham seri B milik pemerintah dan 475.309.000 saham baru. Selain itu, PGN juga menawarkan opsi pemesanan lebih sebanyak 194.444.500 lembar dan opsi penjatahan lebih sebanyak 194.444.500 lembar.
Hasil dari penawaran saham ini akan digunakan untuk menutupi defisit APBN dan pembiayaan proyek pipanisasi Sumatera Selatan-Jawa Barat. Pemerintah, menurut Mahmuddin Yassin, Deputi Meneg BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisai, menargetkan mendapat dana Rp 1,1 triliun sampai Rp 1,8 triliun untuk APBN.
Fitri Oktarini - Tempo News Room
|