Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Peringkat Utang Berpengaruh Pada Jumlah Penerbitan Obligasi
21 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Keuangan Boediono mengatakan, kenaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional //Fitch// akan berpengaruh pada jumlah penerbitan obligasi internasional tahun depan. Tapi, Boediono enggan menyebutkan berapa besar tambahannya. Sebelumnya, obligasi internasional yang sudah disepakati dengan DPR sebesar US $ 400 juta. “Jangan desak saya ke angka tertentu, yang jelas pemerintah diberi kebebasan meringankan beban APBN,” katanya usai salat Jumat (21/11), di Departemen Keuangan, Jakarta.

Kemarin, //Fitch// menaikkan peringkat utang Indonesia dari B menjadi B+. Kenaikan terutama dipicu keberhasilan pemerintah mengurangi defisit anggaran, menurunkan jumlah utang, dan memperbaiki keseimbangan eksternal sejak krisis moneter. Menurut Boediono, kenaikan peringkat itu juga akan makin memantapkan kepercayaan diri pemerintah bahwa kebijakan ekonomi sudah dijalan yang benar. Dan kalau bisa dipertahankan, diyakin akan diikuti rentetan kenaikan rating tahun depan.

Kenaikkan peringkat tersebut juga meringankan jumlah premi yang harus dibayar pemerintah dalam penerbitan obligasi. Namun, , Boediono tidak bisa menyebutkan berapa resiko premi yang bisa dihemat akibat kenaikkan ini. “Jelas ada perhitungannya terhadap premi baik untuk T-bills dan T-bonds,” katanya.

Boediono menampik kabar bahwa para investor luar negeri menginginkan jumlah obligasi internasional dinaikkan hingga US $ 1 miliar. Menkeu yang baru pulan melakukan penjajakan pasar obligasi di Singapura mengatakan belum menawarkan apapun kepada investor. Namun, dia mengakui, dalam penjajakan itu ada beberapa investor yang menyarankan sekaligus mempertanyakan kenapa jumlah obligasi yang akan diterbitkan tidak lebih besar. “Kita lihat situasi deh,” katanya.

Menurut Boediono, ada tiga lembaga pemeringkat internasional yang punya pengaruh besar. Dua dari Amerika yaitu, //Standanrd & Poor's// dan //Moodyf International Investor//. Satu dari Eropa yaitu //Fitch//. Lembaga-lembaga ini belum membicarakan kenaikan peringkat lagi dengan pemerintah dalam waktu dekat ini.


Bagja Hidayat – Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Dana Pensiun dan Asuransi Borong Obligasi Pemerintah
Depkeu Cari Pembeli Potensial Obligasi Pemerintah
Faisal Basri: Pemerintah Gagal Tarik Aset Konglomerat
PT Berlina tbk. Terbitkan Obligasi Rp 150 Miliar
Pegadaian akan Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data