|
Ekonomi Bisnis
Burhanuddin: Kita Harus Mempersiapkan Diri Lagi
20 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kegagalan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) V Organisasi Perdagangan Internasional (WTO) di Cancun, Meksiko, harus dilihat sebagai kesempatan bagi indonesia untuk lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi perdagangan bebas.
Namun, ini bisa juga menjadi godaan untuk mundur dari keanggotaan WTO dan kembali memberikan proteksi pada barang dan jasa yang diproduksi Indonesia. ?Tapi sebaiknya Indonesia tidak mundur,? kata Burhanuddin Abdullah, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dalam sambutannya ketika membuka diskusi Kesiapan Dunia Usaha Setelah KTM V WTO Cancun, di Jakarta, Kamis (20/11).
Sebenarnya, papar Burhanuddin, kegagalan pertemuan Cancun menjadi bukti masih banyak hambatan dalam perdagangan bebas. Antara negara berkembang dengan negara maju dan Uni Eropa tidak tercapai kesepakatan dalam hal liberalisasi perdagangan, khususnya untuk komoditas pertanian.
Meski begitu, keberadaan WTO membuat terciptanya pasar yang lebih luas. Produsen pun terdorong lebih inovatif. ?Ini peningkatan pasar yang baik untuk perkembangan Indonesia,? kata Burhanuddin yang juga merupakan Gubernur Bank Indonesia ini. Kata kuncinya, kata dia, adalah kesiapan untuk bersaing. ?Indonesia harus meningkatkan kompetensi di bidang-bidang yang paling dikuasai agar tidak tergilas,? katanya.
Anastasya Andriarti - Tempo News Room
|