Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Penjualan Rokok Masih Tergantung Retail Tradisional
19 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Penjualan rokok masih bergantung sepenuhnya pada pasar retail. Palign tidak, 90 persen transaksi terjadi di jaringan tradisional seperti warung, toko, tukang rokok, maupun pedagang asongan. Senior Brand manager HM Sampoerna di Jakarta, Sendi Sugiharto, Rabu (19/11) mengatakan karenanya pihaknya memberi insentif terhadap para retail untuk mempermudah jaringan pemasaran rokok mereka. Tapi, tetap melakukan pendekatan ke supermarket ataupun hypermarket karena bisa jadi ke depan transaksi lebih banyak berlangsung di dua outlet raksasa ini.

Dalam meluncurkan rokok baru, seperti yang dilakukan dalam memasarkan Sampoerna Exclusive, mereka lebih banyak memajang produk tersebut di berbagai tempat umum yang mudah dilihat pangsa pasar yang dituju. Sebab, para pembeli rokok yang membeli di toko atau warung kecil biasanya datang membeli rokok dengan merk yang biasa mereka gunakan.


Anastasya – Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Sampoerna Exclusive Raih Pangsa pasar 0,2 Persen

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data