Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Sampoerna Exclusive Raih Pangsa pasar 0,2 Persen
19 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sampoerna Exclusive berhasil meraih 0,2 persen pangsa pasar (//market share//) meski baru diluncurkan September lalu. “Penjualan tertinggi diperoleh di kota Malang sebesar 0,8 persen, menyusul Palembang 0,6 persen, dan Makassar 0,4 persen,” kata Sendi Sugiharto, Senior Brand Manager HM Sampoerna Tbk, di Jakarta, Rabu (19/11).


Perolehan ini terbilang cukup baik karena saat ini terjadi trend penurunan konsumsi rokok di Indonesia. Sampoerna Exclusive diluncurkan di 18 kota di Indonesia. Rendi mengatakan mereka memang sengaja tidak meluncurkan ke seluruh kota di Indonesia karena ingin lebih fokus pada target yang dituju.


Sigaret kretek mesin (SKM) reguler //full flever// yang menjadi andalan terbaru Sampoerna ini punya target orang yang berani, mau bekerja keras meraih mimpi, dan berkepribadian progresif. Rendi mengidentifikasi perokok Sampoerna Exclusive sebagai pribadi yang berani bukan yang ikut-ikutan. “Di Indonesia rokok masih menjadi semacam jati diri pemakainya,” kata Rendi.


Tahun 2003 ini, konsumsi rokok untuk semua merek di Indonesia turun 10 persen. Beberapa pengamat melihat penurunan volume penjualan ini disebabkan daya beli masyarakat yang melorot. Karenanya, apa yang dicapai Sampoerna Exclusive dalam meraih pangsa pasar cukup signifikan bagi sebuah produk baru. Rendi mengatakan peluncuran produk tersebut dikota-kota lain akan dilakukan Januari 2004. Dia mengatakan untuk menempatkan produk baru di pasar tidak mudah. Dji Sam Soe, juga produk Sampoerna, memerlukan waktu yang lama untuk berada di posisi yang sekarang ini.

Namun, Rendi opitimis, tahun depan bisa meningkatkan penjualan sekitar 20-30 persen. Tentu saja dengan sejumlah catatan. Antara lain kondisi pasar masih seperti sekarang ini. Pangsa pangsar yang ingin dibidik rokok mereka baru ini bukan perokok baru. “Kami mengambil ceruk pangsa pasar pesaing,” katanya sambil menyebutkan beberapa merk seperti Gudang Garam dan Djarum Super yang merupakan kompetitor untuk merk ini.

Anastasya – Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data