|
Kucuran Dana Bank Mandiri Dinilai Cukup
18 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Semen Gresik Tbk., induk perusahaan Semen Padang, menyatakan pinjaman jangka pendek sementara yang diperoleh anak perusahaanya dari Bank Mandiri dirasa cukup hingga akhir tahun. "Karena kami sudah melihat revenue, tax cost yang ditanggung perusahaan hingga akhir tahun dan cost-cost lainnya," kata Satriyo, Direktur Utama Semen Gresik di Jakarta, Selasa (18/11).
Pinjaman itu sudah disetujui Bank Mandiri dan akan dikucurkan setelah hari raya Idul Fitri. "Pinjaman ini Rp 200 miliar digunakan untuk membayar suplier dan sisanya untuk modal kerja bagi empat pabrik besar yang dimiliki Semen Padang," kata Satriyo. Menurutnya untuk setiap pabrik besar dibutuhkan sekitar Rp 25 miliar untuk kerja dalam satu bulan. Ini tidak memperhitungkan pabrik kecil yang ada.
Pinjaman dari Bank Mandiri itu sebesar Rp 300 miliar, Rp 90 miliarnya didapatkan dari Bank Syariah Mandiri. Pinjaman ini menurutnya, hanya sementara sedangkan pinjaman jangka panjang dilakukan jika audit laporan keuangan 2002 selesai. "Sekarang konsentrasi kami di Semen Gresik diprioritaskan untuk merestrukturisasi Semen Padang," katanya. Ke depan pihaknya akan berusaha membeli kembali (buy back) obligasi. "Tapi kemungkinan tidak banyak kecuali orang butuh sekali."
Sampai saat ini, audit laporan keuangan Semen Padang belum selesai. Mereka masih menunggu pemilihan auditor baru. Sejauh ada tiga kandidat untuk menjadi auditor, yaitu PriceWaterhouseCoopers (PwC), Ernst&Young dan Hans Tuanakotta dan Mustofa (HTM). "Kemungkinan akhir minggu sudah ada keputusannya," katanya.
Menurut Satriyo, bagaimanapun juga ini amanat dari pemegang saham termasuk untuk menyelesaiakan utang-utang yang ada. Namun ia menolak anggapan banyak orang, PwC sebagai calon kuat untuk mengaudit laporan keuangan tersebut.
Anastasya Andriarti - Tempo News Room
|