|
Kredit Pangan Disalurkan Rp 1,3 Triliun
18 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Realisasi penyaluran Kredit Ketahanan Pangan sampai September 2003 mencapai Rp 1,3 triliun. "Sekitar 63,1 persen dari plafon sebesar Rp 2,082 triliun. Itu masih belum optimal," kata Dirjen Bina Sarana Pertanian Departemen Pertanian, Ato Suprapto, sebelum buka puasa di Departemen Pertanian, Jakarta, Selasa (18/11).
Menurutnya, tidak optimalnya penyaluran kredit tersebut terjadi karena adanya kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan Kredit Ketahanan Pangan ini. "Perbankan masih trauma atas tunggakan KUT yang cukup besar," katanya.
Ato mengatakan, realisasi penyaluran kredit tersebut di antaranya untuk intensifikasi tanaman pangan sebesar Rp 189,5 miliar (32,4 persen dari plafon), budidaya tanaman tebu sebesar Rp 899,7 miliar (93,9 persen), peternakan sebesar Rp 147,17 miliar (52,15 persen), usaha penangkapan ikan sebesar Rp 8,35 miliar (19,1 persen) dan pengadaan pangan sebesar Rp 69,01 miliar (23,4 persen).
Lima bank umum yang telah menyalurkan KKP, lanjutnya, berturut-turut BRI sebesar 594,39 miliar (88,35 persen dari plafon), Bank Agro Niaga sebesar Rp 318, 58 miliar (93,9 persen), BNI sebesar Rp 71,949 miliar (38,48 persen), Bank Bukopin sebesar Rp 62,78 miliar (19,6 persen), Bank Mandiri sebesar Rp 57,33 miliar (29,95 persen).
Rencana tahun 2004, pihaknya akan berkerjasama dengan lembaga penjaminan kredit dan avalis diantaranya dengan asuransi kredit Indonesia (Askrindo), Perum Sarana Pengambangan Usaha dan pemda setempat. "Ini untuk meningkatkan realisasi KKP tahun 2004 mendatang," katanya.
Putri Alfarini - Tempo News Room
|