Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Pemerintah Terjunkan Tim Perbaikan Pipa Gas
17 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah terus menyelidiki penyebab kebocoran pipa gas dasar laut didekat Pulau Matak, perairan bebas perbatasan Indonesia-Malaysia. Tim penyelam telah diterjunkan Senin, (17/11) untuk melakukan perbaikan.

Kepala Perwakilan Badan Pelaksana Sektor Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), Harijanto, ketika dihubungi melalui telepon, mengatakan tim yang diterjunkan itu akan melakukan pengelasan terhadap pipa yang bocor. “Kita sudah memiliki peralatan untuk pengelasan didasar laut,” kata dia.

Seperti diberitakan, pipa gas bawah laut yang berada di perairan bebas, 20 kilometer dari perairan Malaysia, mengalami kebocoran. Pipa milik perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Conocophilips itu ditanam di laut pada kedalaman 80 kilometer. Pipa tersebut digunakan untuk mengangkut gas bumi dari pulau Natuna ke Singapura.

Harijanto mengaskan, tim penyelidik telah menemukan titik kebocoran yaitu di 104 kilometer sebelah utara pulau Matak. Hari ini tim mulai memperbaiki kebocoran dengan sistem pengelasan. Pemerintah menargetkan, perbaikan bisa diselesaikan hari ini juga.

“Bila kerusakan tidak parah, hari ini bisa selesai,” kata dia. Namun, belum bisa dipastikan, bila kerusakannya parah, perbaikan membutuhkan waktu berapa lama. Karena untuk menentukan tingkat kerusakan harus ada penyelidikan terlebih dulu.

Sejauh ini, belum dilakukan perhitungan atas kerugian yang terjadi. Yang pasti, kata dia, tidak ada pinalti dari perusahaan-perusahaan pembeli atau konsumen. Menurut Harijanto, pasokan gas tidak terhenti sama sekali sejak terjadinya kebocoran, Jumat pekan lalu. Gas masih mengalir walaupun kecepatan aliran mengecil. Ini dikarenakan penurunan tekanan udara dari 800 menjadi 450, akibat kebocoran.

Pemerintah belum bisa memastikan, kapan pasokan gas normal kembali. Karena hal itu, tergantung dari hasil penyelidikan tim yang sedang diterjunkan hari ini. “Yang penting bagi kita adalah memperbaiki pipa yang bocor. Bila perbaikan selesai, pasokan akan normal kembali. Makin cepat makin baik,” kata dia.

Retno Sulistyowati - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pemerintah akan Kaji Ulang Sistem Bagi Hasil Gas
Harusnya Gas Untuk PLTG Arun Jadi Prioritas
Indonesia akan Turunkan Harga Gas Alam Cair

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data