Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Bisnis Properti Meningkat Drastis setelah Pemilu
14 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memprediksikan, bisnis properti akan meningkat drastis setelah Pemilu 2004. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Soenarno, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/11).

Menurutnya, analisis tersebut berangkat dari hasil evaluasi kinerja pasar properti tahun 2003. Selain itu memperhatikan kecenderungan nilai tukar rupiah untuk terus stabil, tingkat inflasi yang semakin menurun, bunga pinjaman perbankan yang semakin menurun dibarengi dengan peningkatan loan to deposit ratio dari waktu ke waktu.

“Selain itu mengambil asumsi bahwa faktor keamanan dan sosial kemasyarakatan pasca pemilu 2004 cukup kondusif bagi pemulihan bisnis sektor properti,” katanya. Dengan indikator itu, bisa diharapkan adanya kecenderungan yang kuat bagi pasar properti untuk terus membaik.

Dia mengakui, kecenderungan membaiknya prospek bisnis ini masih menghadapi kendala. Salah satunya adalah adanya Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 30/46/KEP/DIR yang memberlakukan pembatasan kepada Bank Umum untuk memberikan kredit bagi pembiayaan pengadaan dan atau pengolahan tanah.

Soenarno menjelaskan, selain membaiknya prospek bisnis ini, pada sektor pasar perumahan bersubsidi terjadi hal serupa. Sektor ini akan mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan sejalan dengan pelaksanaan program pengembangan satu juta rumah yang digalakkan pemerintah.

Optimisme serupa diungkapkan Panangian Simanungkalit, Direktur PT Panangian Simanungkalit & Associates. Menurutnya, untuk tahun 2004 mendatang uang simpanan partai politik akan diguyur ke pasar. “Hal ini mengakibatkan pasar perumahan rumah sakit, menengah dan menengah atas tumbuh 10-15 persen,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada tahun 2004 bisnis properti untuk pertama kalinya memisahkan politik dan ekonomi. Pengembang perumahan akan melakukan ekspansi usaha proyek-proyek baru, memanfaatkan booming konsumsi selama pemilu 2004. “Bank-bank akan gencar menyalurkan KPR dan kredit konstruksi untuk pengembang perumahan dan komersial,” katanya.

Danto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data