TEMPO Interaktif, Jakarta:Upaya pemerintah untuk mengundang investor otomotif Amerika Serikat agar berinvestasi ke Indonesia perlu disambut baik. Meski begitu, masih banyak yang perlu dibenahi pemerintah seperti masalah law enforcement dan peraturan perburuhan.
Hal ini disampaikan Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Bambang Trisulo di Jakarta, Jumat (14/11).
Sejak awal minggu ini, tim dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) yang langsung dipimpin Menteri Rini Soewandi mengadakan kunjungan ke Amerika. Salah satu agendanya adalah mengupayakan investor otomotif Amerika menanamkan investasinya di Indonesia dan agar pembelian komponen otomotif dari Indonesia meningkat.
“Ya, upaya ini tidak mudah. Politik juga bermain di sini,” kata Bambang. Menurutnya, membuka pasar mudah, tapi berusaha memenuhi pasar orang lain akan banyak terbentur kemampuan Indonesia yang belum bisa mencapai standar yang ditentukan.
“Tidak mudah menembus pasar di Amerika,” kata Bambang. Menurutnya, komponen Indonesia sebenarnya banyak yang berkualitas, tapi masalahnya tidak hanya terletak pada kualitas.
“Ada beberapa standar yang harus dipenuhi. Kalau sudah bisa memenuhi, standarnya dinaikkan lagi dan seterusnya, mengikuti tata perdagangan dunia,” jelas Bambang.
Bambang mencontohkan untuk masuk Australia saja, banyak sekali peraturan dalam negeri mereka yang membingungkan. “Misalnya mereka mempermasalahkan apakah industri pembuat komponen memenuhi proses pengolahan limbah yang baik,” katanya.
Ia menambahkan, komponen otomotif dari Indonesia memang banyak beredar di pasar Asia Tenggara, sekitar 80 persen. Amerika hanya sisanya, yaitu 20 persen.
Menurut Bambang masalah perdagangan, apalagi internasional, sangat kental nuansa politiknya. “Beda kalau negeri ini yang menyokong Amerika, mungkin mudah,” katanya sambil tertawa.
Bambang mengatakan untuk pilihan tempat investasi, khususnya otomotif, Thailand masih menjadi nomor satu. Kalau saja Malaysia sudah ikut pasar bebas ASEAN untuk otomotif, mungkin juga menjadi pilihan yang kompetitif.
Banyak hal yang menurut Bambang perlu dibenahi oleh pemerintah. “Infrastruktur pendukung investasi juga perlu disiapkan,” katanya. "Kalau semua itu sudah disiapkan, pasti investor akan langsung datang."
Anastasya A - Tempo News Room