Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Badan POM Intensifkan Pengawasan Makanan Dalam Parsel
13 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan POM Intensifkan Pengawasan Makanan Dalam Parsel

Badan Pengawas Obat dan Makanan semakin mengintensifkan pengawasan terhadap produk makanan yang dikemas dalam parsel hari raya.

Hal ini didorong karena semakin banyaknya pedagang parsel yang ditemukan memasukkan makanan kemasan yang sudah hampir kadaluarsa dalam paketnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan POM Sampurno usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (13/11).

Sebenarnya, menurut Sampurno, pengawasan ini rutin mereka lakukan, tidak hanya pada hari-hari menjelang Lebaran. “Hanya, menjelang Lebaran frekuensi dan lokasinya diperluas,” kata Sampurno sambil menyeka mulutnya dengan sapu tangan biru. Pihaknya mengakui ada kecenderungan pelaku-pelaku bisnis parsel memasukkan makanan yang tanggal kadaluarsanya sudah dekat.

Temuan ini seiring dengan penelitian Badan POM di beberapa tempat, dimana penjual parsel cenderung membeli barang yang lebih murah untuk mengisi parselnya. “Biasanya yang kadaluarsanya kurang satu bulan lagi,” kata Sampurno. Hanya saja, lamanya penyimpanan, distribusi parsel hingga ke tangan penerima yang belum tentu langsung dikonsumsi, membuat produk makanan itu sudah kadalursa ketika hendak dikonsumsi.

Sampurno melihat cara-cara tersebut memiliki motivasi komersial yang tinggi. Karena, sudah menjadi rahasia umum, makanan yang sudah hampir kadaluarsa jauh lebih murah harganya. “Mungkin bisa dibeli dengan harga 50 persen dari harga normal,” kata Sampurno yang mengenakan jas biru ini.

Untuk itu, Badan POM terus melakukan pengawasan yang dilakukan secara acak kepada seluruh pedagang parsel, meliputi seluruh Indonesia. Hanya saja, menurut Sampurno, akan lebih mudah bila masyarakat terlibat. “Tidak sulit kok. Cukup lihat data kedaluwarsanya,” katanya. Biasanya, tertulis tanggal kadaluarsa atau kata-kata “Baik digunakan sebelum tanggal...”.

Selama ini bagi para pedagang yang nakal, barang-barangnya dimusnahkan oleh Badan POM. “Bahkan ada beberapa yang kami ajukan ke pengadilan,” kata Sampurno. Sayangnya, menurut dia, pengadilan mengkategorikan kasus ini sebagai kasus tindak pidana ringan. “Istilahnya tipiring, gitu. Paling dihukum percobaan dua minggu atau denda Rp 100 ribu,” ujarnya.

Ringannya hukuman, membuat Sampurno meminta masyarakat yang bertindak dengan tidak mengkonsumsi produk semacam itu. “Kuncinya di konsumen sendiri,” kata dia. Permasalahan produk makanan dalam parsel yang selalu berulang menjelang hari Raya, menurut Sampurno, berkait dengan aspek yang amat luas. “Ada masalah konsumen dan tanggung jawab dari penjual produk,” kata dia.

Menjual kepada publik menuntut penjualnya memiliki tanggung jawab yang lebih luas dari pada sekedar dikonsumsi sendiri. “Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan konsumen,” kata dia.

Anastasya Andriarti/TNR



Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data