Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Tahun 2004 Obligasi Pemerintah Tetap Menarik Bagi Industri Reksa Dana
12 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tahun depan, obligasi pemerintah masih akan menarik kalangan industri reksa dana.

Salah satu hal yang membuat obligasi ini menarik adalah tingginya yield obligasi tersebut. “Penjualan obligasi pemerintah oleh reksadana, membuat yield obligasi pemerintah di pasar obligasi meningkat 12 persen," kata Managing Director Schoreders Investment Management Michael Tjoajadi, saat peluncuran schroder Dana Andalan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (12/11).

Selain peningkatan yield, perbaikan perekonomian
Indonesia terutama di bidang kebijakan keuangan juga
merupakan faktor yang membuat obligasi pemerintah
tetap potensial di tahun 2004. Salah satunya adalah pengaturan suku bunga SBI. Dengan peraturan baru yang menjadikan Bank Indonesia institusi yang
independent, Michael berharap hal itu mendukung BI untuk dapat menurunkan tingkat inflasi hingga 4 sampai 6
persen. Menurutnya, dengan demikian tingkat suku bunga SBI pun akan tetap berkisar 8 persen sampai 10 persen, jauh lebih rendah dari
sebelumnya yang berkisar pada 16 persen sampai 17
persen.

Saat ini volume obligasi pemerintah yang ada di pasar
sebesar Rp 400 triliun dengan transaksi likuiditas per
triwulannya sebesar Rp 90 triliun. Angka ini, kata
Michael, lebih besar dari transaksi yang ada di bursa
saham.

Obligasi pemerintah adalah obligasi yang
resikonya ditanggung negara. Seperti dikatakan
Ketua Bapepam Herwidayatmo beberapa waktu lalu,
pemerintah sejauh ini belum menunjukkan gejala gagal
bayar terhadap obligasi yang dikeluarkannya.

Fitri Oktarini/Tempo News Room)


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data