TEMPO Interaktif, Jakarta:Tahun depan, obligasi pemerintah masih akan menarik kalangan industri reksa dana.
Salah satu hal yang membuat obligasi ini menarik adalah tingginya yield obligasi tersebut. “Penjualan obligasi pemerintah oleh reksadana, membuat yield obligasi pemerintah di pasar obligasi meningkat 12 persen," kata Managing Director Schoreders Investment Management Michael Tjoajadi, saat peluncuran schroder Dana Andalan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (12/11).
Selain peningkatan yield, perbaikan perekonomian
Indonesia terutama di bidang kebijakan keuangan juga
merupakan faktor yang membuat obligasi pemerintah
tetap potensial di tahun 2004. Salah satunya adalah pengaturan suku bunga SBI. Dengan peraturan baru yang menjadikan Bank Indonesia institusi yang
independent, Michael berharap hal itu mendukung BI untuk dapat menurunkan tingkat inflasi hingga 4 sampai 6
persen. Menurutnya, dengan demikian tingkat suku bunga SBI pun akan tetap berkisar 8 persen sampai 10 persen, jauh lebih rendah dari
sebelumnya yang berkisar pada 16 persen sampai 17
persen.
Saat ini volume obligasi pemerintah yang ada di pasar
sebesar Rp 400 triliun dengan transaksi likuiditas per
triwulannya sebesar Rp 90 triliun. Angka ini, kata
Michael, lebih besar dari transaksi yang ada di bursa
saham.
Obligasi pemerintah adalah obligasi yang
resikonya ditanggung negara. Seperti dikatakan
Ketua Bapepam Herwidayatmo beberapa waktu lalu,
pemerintah sejauh ini belum menunjukkan gejala gagal
bayar terhadap obligasi yang dikeluarkannya.
Fitri Oktarini/Tempo News Room)