TEMPO Interaktif, Jakarta:Panasonic memasang target penjualan untuk tahun 2004 sekitar Rp 2 triliun. Target ini hanya naik sekitar 10 persen dari target 2003 yaitu Rp 1,8 triliun.
Target Panasonic tersebut disampaikan Mas Achmad Daniri, vice president directure PT National Panasonic Gobel. Menurut Daniri pihaknya masih mengandalkan produk-produk unggulan yang selama ini menyumbangkan porsi yang cukup banyak dalam pendapatan mereka. “ Tiga andalan kami seperti kulkas, AC dan TV masih akan terus menjadi andalan kami,” kata Dia. Untuk TV pihaknya masih akan memproduksi TV layar cembung karena menurut Daniri masih punya potensi untuk berkembang. Apalagi di luar negeri TV semacam itu sudah tidak banyak diproduksi karena mereka memproduksi TV layar datar (flat).
Sementara untuk target tahun ini Daniri enggan memberikan rincian apakan target itu sudah tercapai atau belum. Alasannya pihaknya masih menunggu penghitungan semester ke-dua. “Kami biasanya menghitung satu tahun atau dua semester itu dari Maret ke Maret,” katanya.
Meski begitu dirinya mengaku tidak bisa berharap banyak pada bulan-bulan terakhir ini. ”Sekarang orang lebaran makin banyak liburannya, ini sedikit banyak mempengaruhi penjualan barang elektronik,” kata Daniri. Liburan yang banyak belum lagi ditambah cuti akhir tahun yang berdekatan dengan hari raya membuat banyak orang tidak menempatkan elektronik sebagai konsumsi prioritas.
Namun pihaknya optimis untuk tahun depan akan tercapai. Pemilu mendatang tidak akan berpengaruh, justru menurut Daniri uang beredar selama pemilu akan lebih banyak sehingga harapan akan terjualnya barang elektronik akan lebih banyak. Indonesia kata dia masih merupakan pasar potensial. Saingan terberat paling China dan masuknya barang-barang illegal. Untuk itu pihaknya akan terus mempersiapkan industri komponen yang effisien. “Saat ini kandungan komponen impor kami rata-rata 57 persen,” kata dia.
Meski menolak merinci berapa unit barang elektronik yang telah terjual Daniri mengakui pihaknya telah mampu menjual barang melebihi target yag sudah dipasang bila dilihat dari jumlah unit yang terjual. Namun karena harga barang semakin murah otomatis pendapatanpun semakin menurun.
Anastasya/TNR