Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

RUPSLB Indosat Setuju Merger IM3 dan Satelindo
11 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Merger vertikal IM3 dan Satelindo ke dalam Indosat yang prosesnya akan selesai pada 2005 diharapkan bisa menghemat vertikal ekspenditur sebesar 20 persen dan operasional ekspenditur 15-20 persen perusahaan dalam waktu lima tahun. Rencana merger itu sudah disetujui oleh 98 persen pemegang saham yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Indosat di Plaza Bappindo Jakarta, Selasa (11/11) sore.

Direktur Utama Indosat, Widya Purnama mengatakan, meskipun merger dilakukan, mereka tetap memelihara merek Satelindo dan IM3 yang sudah menjadi entity di pasar. Begitu pun untuk saluran internasional 001 dan 008, akan tetap di-maintenance. “Brand akan dipertahankan dan disinergikan. Strategi penggabungan satelindo dan IM3 ke dalam Indosat memungkinkan penetrasi ke pasar jadi lebih bisa diarahkan,” kata Widya.

Saat ini, jumlah pelanggan untuk seluler sampai September 2003 sebanyak 5 juta pelanggan. Diharapkan, pertumbuhan sampai akhir Desember 2003 menjadi 5-5,5 juta pelanggan seluler. Sedangkan, untuk fixed wireless tidak akan ada ekspansi pada tahun ini. Jumlah yang sudah ada sampai September 2003 adalah 700 ribu pelanggan mencakup Jabotabek dan Jawa Timur.

Sampai September 2003 Indosat membukukan pendapatan saham Rp 6,035 triliun, laba usaha Rp 1,96 triliun, sedangkan laba bersih Rp 566 miliar.

Seperti diketahui, pada tahun ini Indosat telah melakukan upaya pendanaan melalui penerbitan obligasi rupiah sebesar Rp 2,5 triliun, obligasi valuta asing US$ 300 juta dan pinjaman sindikasi Rp 2,5 triliun, semuanya berjangka waktu lima tahun. Dana ini digunakan untuk melancarkan upaya merger vertikal Indosat IM3 dan Satelindo serta untuk membayar utang anak perusahaan.

Direktur Indosat, Nichols Tang mengatakan, utang Indosat yang berjangka waktu sampai 2010 optimis bisa dibayar tanpa perlu berutang lagi. Hal itu bisa dilakukan dengan memperhatikan risiko utang-utang perseroan misalnya, dalam dolar diharapkan interest rate-nya tidak terlalu tinggi, hingga tidak menjadi beban bagi perseroan. Dan seandainya merger vertikal terlaksana dengan baik, kata Tang, maka modal perseroan dapat diperkuat dengan pendapatan operasional. Jadi, dengan sendirinya perseroan bisa membayar utang tanpa perlu berutang lagi.

Fitri Oktarini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data