Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Pengalihan Kontrak LNG Exxon Terganjal Harga
11 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Swop (pengalihan) kontrak LNG dari Exxon Mobil di Arun ke Bontang terganjal masalah harga dan ketidaksiapan operator lapangan di Bontang.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Kardaya Warnika, saat konferensi pers di Kantor BP Migas Selasa (11/11).

Menurut Kardaya pemerintah memutuskan dalam kontrak jangka panjang tahun 2004 Exxon Mobil tetap memasok gas ke PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), Pupuk Iskandar Muda (PIM 1 dan 2), dan Kertas Kraft Aceh. Sementara di sisi lain Exxon Mobil harus memenuhi pasokan gas sesuai kontraknya dengan Korea.

Menurut Kardaya, solusi yang ditawarkan dalam memenuhi kontrak dengan Korea, pasokan LNG dialihkan ke Bontang. Sementara Exxon memasok gas yang ada ke AAF, PIM 1 dan 2, dan Kertas Kraft Aceh.

Kardaya mengatakan pengalihan hingga saat ini masih terganjal harga. “Value retention masih belum disetujui Menko Ekuin,” katanya. Menurutnya pemerintah masih belum bisa memenuhi permintaan Exxon mengenai penetapan harga yang sama dengan harga yang tertera pada kontrak dengan Korea.

Kendala lain, kata Kardaya, pengembang di Bontang belum siap dengan adanya pengalihan kontrak ini. Pihak pengembang Bontang diduga belum menyetujui jangka waktu yang ditawarkan oleh pemerintah yaitu sekitar tiga tahun (2004-2007).

Dhian N. Utami - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

ExxonMobil dan Pertamina Audit Ulang Proyek Cepu
ExxonMobil Kembali Pasok Gas Pupuk Iskandar Muda
Menko Polsoskam Berharap Cepat Normalkan ExxonMobil
ExxonMobil dan Marinir Ikut Melanggar HAM
“Itu Pers Sendiri yang Mlintir

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data