|
Ekbis
Bulog Siap Operasi Pasar
11 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perusahaan Umum Bulog siap melakukan operasi pasar murni khususnya untuk komoditas beras, jika harga sudah mencapai 25 persen diatas harga normal. Hal ini disampaikan Direktur Utama Bulog Widjanarko Puspoyo di Dewan Perwakilan Rakyat sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Selasa (11/11).
"Artinya bila rata-rata harga normal Rp 2400, kemungkinan melambung menjadi Rp 3000, divre Bulog di daerah harus menjual beras dengan harga Rp 2600-2800," kata Widjanarko. Namun sampai saat ini harga beras di pasaran masih normal sehingga belum dirasa perlu melakukan operasi pasar.
Sampai saat ini, stok beras Bulog per tanggal 3 November 2003 mencapai 2,14 juta ton. "Jumlah ini setara dengan persediaan untuk 9,47 bulan penyaluran," kata dia. Artinya hingga bulan Juli 2004 stok beras masih aman.
Stok terbesar ada di divre Jawa Timur, yaitu 568 ribu ton yang cukup untuk 16,52 bulan. Namun ada beberapa divre yang memiliki stok kecil dengan ketahanan kurang dari empat bulan. Untuk itu Bulog akan melakukan beberapa tindakan supaya penyebarannya bisa lebih merata.
Lebih jauh Widjanarko mengkhawatirkan adanya dominasi agen-agen impor beras. "Jumlahnya antara 2,5-3 juta ton per tahun," katanya. Padahal disisi lain, saat ini Bulog sudah tidak lagi memiliki peranan yang signifikan dalam pengaturan impor beras ini.
Menurut Widjanarko, arus beras sekarang ini, justru dari luar Jawa ke Jawa, bukan sebaliknya. Jawa sebagai produsen tidak lagi berpotensi menjadi satu-satunya suplai. Aturan lebih lanjut mengenai tata beras impor sampai saat ini masih terus digodok oleh tim antar departemen. "Yang pasti akan diupayakan sebelum masa panen tiba," kata dia.
Anastasya Andriarti - Tempo News Room
|