TEMPO Interaktif, Jakarta:Banjirnya kaca impor dari Cina ke pasar domestik dikeluhkan oleh produsen Flat glass dan safety glass PT Asahimas Flat Glass Tbk. "Kaca impor dari Cina menjual harga kaca di pasar domestik di bawah harga jual perseroan," demikian dinyatakan Presiden Direktur PT Asahimas Soleh Dagusthani dalam paparan publiknya di Bursa Efek Jakarta, Jumat (7/11).
Murahnya harga jual kaca Cina ini berimbas langsung pada volume penjualannya. PT Asahimas mencatat tidak ada kenaikan pada volume penjualan pada tahun ini dibandingkan tahun kemarin. Volume penjualan sampai September 2003 sebanyak 291 ribu ton. Turun dari volume penjualan tahun lalu sebanyak 303 ribu ton. Terjadi penurunan pada penjualan ekspor sebesar 20 persen dibanding tahun lalu 168 ribu ton menjadi 148 ribu ton.
Sedangkan kenaikan justru terjadi pada pasar domestik sebesar 6 persen yaitu dari 135 ribu ton menjadi 143 ribu ton. Hasil penjualan bersih tahun ini tak berbeda jauh dari tahun lalu untuk periode 9 bulan, yaitu dari Rp 1,011 triliun menjadi Rp 1.018 triliun. Sedangkan pendapatan operasi tercatat sebesar Rp 187 miliar rupiah. Dan gross profit sebesar Rp 347 miliar sama dengan periode yang sama tahun lalu.
Untuk meningkatkan kinerja perseroan, perusahaan akan melakukan strategi cost reduction, antara lain dengan penghematan biaya produksi. Strategi lainnya dengan konsentrasi pada bisnis utama. "Oleh karena itu kami berencana menjual kepemilikan saham kami di anak perusahaan," kata Soleh.
Saat ini kepemilikan saham PT Asahimas di anak perusahaan sebagai berikut: PT Multi Arthamas Glass Industri sebayak 90 persen, PT Glavermas Pte Ltd. Singapura sebesar 49 persen dan PT Glavermas Mirror Pte Ltd. Singapura sebesar 50 persen. Sedangkan saham terbesar PT Asahimas dimiliki PT Asahi Glass Co. Ltd. Japan sebesar 43,71 persen.
Fitri Oktarini - Tempo News Room