Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Dana Talangan Restrukturisasi US $ 50 Juta
07 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur PT Dirgantara Indonesia, Edwin Soedarmo, mengatakan dana talangan yang dibutuhkan untuk merestrukturisasi perusahaannya sekitar US $ 50 juta. "Sumbernya dari penjualan aset," katanya di Departemen Keuangan, di Jakarta, Jumat (7/11).

Edwin menjelaskan, dana sebesar itu diperoleh dari aset non core PT Dirgantara yang nilainya US $ 51 juta. Karena restrukturisasi ini membutuhkan waktu dua tahun, maka PT Dirgantara akan meminta dana talangan itu ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional. "Pelunasannya secara bertahap selama dua tahun itu," katanya.

Menurut Edwin, dana talangan itu sudah termasuk dana untuk mpemutusan hubungan kerja sekitar 6 ribu karyawan Dirgantara. Tetapi, ia menolak menyebutkan angka persisnya khusus PHK dengan alasan masih menghitungnya. "Ini soal sensitif, saya tidak mau mengira-ngira," katanya. Tapi, kata Edwin, permintaan dana talangan ini harus disetujui dulu oleh pemerintah. Rencananya, soal ini akan diputuskan melalui rapat kabinet pekan depan.

Dalam audit tahap ketiga tahun ini sejak 1998 sampai 2003, PT Dirgantara mengalami kerugian Rp 7,25 triliun. sedangkan kerugian potensial setiap tahunnya sekitar 1,9 trilyun.

Meski begitu, menurut Edwin, sejak terjadinya perumahan 6 ribu karyawan PT Dirgantara, perusahaan itu bisa menghemat biaya produksi hingga Rp 15-20 miliar per bulan dari sebelumnya Rp 36 milyar per bulan. Sejak perumahan karyawan itu pula, produktivitas PT Dirgantara meningkat dari 31 persen menjadi 80 persen. "Jika tetap dipertahankan, 2004 akan tumbuh lagi," katanya.

Tahun depan, PT Dirgantara juga mengubah misi dari sebelumnya sebagai agen teknologi kini menjadi perusahaan komersial yang mencari keuntungan. Misi ini sudah seharusnya diubah mengingat pasar esawat terbang terus menurun yang berakibat bangkrutnya perusahaan negara ini. Edwin juga mengatakan pihaknya akan menggabungkan dan menghilangkan 28 unit usaha hanya menjadi 4 unit usaha saja. 24 unit sisanya dilebur, digabung, dan menjadi anak perusahaan.

Bagja Hidayat - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data