|
Ekbis
Pertamina: Stok BBM Tidak Kritis
07 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertamina membantah pemberitaan tentang stok BBM nasional yang dinilai kritis. Kendati terjadi penurunan dari 26 hari menjadi 24 hari, stok nasional tetap aman hingga hari raya Lebaran, Natal, dan tahun baru. Direktur Utama Pertamina, Ariffi Nawawi, di Jakarta, Jumat (7/11), menjamin penurunan stok itu tidak akan mengganggu pasokan BBM untuk kebutuhan dalam negeri. "Bukan berarti stok yang 24 hari itu kritis."
Ariffi memastikan, stok tetap aman selama tidak disalahgunakan, misalnya dioplos. Ia mengaku kesulitan memantau kecurangan itu, karena Pertamina hanya mengawasi sampai depo, distribusi selanjutnya berada di tangan pedagang.
Ia menjelaskan, Pertamina memiliki upaya tertentu untuk menjaga keamanan pasokan, yaitu dengan menjaga stok selama enam minggu. Artinya, pengadaan BBM ke depan sudah jelas. Selain itu, terdapat stok lain dari kilang-kilang yang ada di luar negeri, impor BBM, maupun impor minyak mentah yang diolah di kilang di luar negeri Crude Processing Deal (CPD).
Idealnya, kata Ariffi, stok yang paling aman adalah selama 40 hari, seperti yang dilakukan oleh beberapa negara. Tetapi stok 24 hari pun dinilainya masih dalam kategori aman. Karena itu ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir. "Pada saat kilang Balongan berhenti berproduksi saja, stok nasional masih aman kok. Apalagi sekarang, Balongan sudan beroperasi kembali," ujarnya.
Untuk menjaga keamanan distribusi BBM, ke depan Pertamina akan membangun sejumlah terminal baru. Saat ini pembangunan terminal sedang dilakukan di Balongan.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room
|