Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Kemandirian Analis Efek Perlu Ditingkatkan
07 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kemandirian atau independensi para analis pasar modal harus ditingkatkan. Untuk itu, kemampuan mereka harus terus diperluas agar bisa mencermati banyak sisi sebuah perusahaan publik.

Hal ini dinyatakan Fransiscus Welirang, penasehat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) di sela-sela peresmian kembali AAEI di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (7/11) sore.

Menurut Fransiscus yang juga Komisaris Utama di PT Bogasari Flour Mills, saat ini para analis keuangan ini hanya berkutat di pembahasan kinerja keuangan sebuah perusahaan. “Seharusnya bisa diperluas,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa hal lain dari perusahaan seperti potensi mereka, arah usaha, kinerja perusahaan secara keseluruhan ataupun siapa orang-orang yang berada di balik sebuah perusahaan seharusnya bisa dijadikan sorotan.

Untuk itu, menurut pria berkuncir ini, para analis dituntut untuk terus meningkatkan kemampuannya, termasuk kemampuan menulisnya. Analisa yang disampaikan mengenai emiten juga harus mengedepankan kejujuran, objektivitas, dan tidak memihak. Perlunya integritas analis ini sangat membantu mereka untuk diterima di masyarakat.

Keseimbangan dalam menuliskan analisa ini, menurut Fransiscus, juga menjadi penting karena analis merupakan mata dan tangan investor. Ia mengharapkan Asosiasi Analis yang baru terbentuk ini akan menjadi wadah profesional yang akan membantu kemajuan pasar modal Indonesia. “Lagi pula pembentukan ini lahir dari inisiatif para analis sendiri, jadi tidak dibuat-buat,” katanya.

AAEI yang hadir dua tahun ini kini memiliki sekitar 70 anggota dan jumlah ini akan terus bertambah. Kehadirannya kembali diresmikan Jumat (7/11). Organisasi yang menghimpun para analis efek Indonesia ini diharapkan dapat membantu meningkatkan profesinalisme dan independensi anggotanya.

Anastasya Andriarti - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bursa Efek Surabaya Merevisi RKAT 2003
Indorama Synthetics Tunda Bayar Dividen
BEJ Suspend Saham PT Centex Tbk
Dalam Semenit, Keluar Rp 300 Miliar untuk Mendongkrak Indeks
Indeks Terkoreksi Tipis pada Sesi I

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data