Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Menteri Pertanian Minta Oligopoli Cengkeh Ditinjau Ulang
06 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertanian Bungaran Saragih mengusulkan peninjauan ulang hak produsen rokok untuk mengimport dan membeli cengkeh dalam negeri.

Oligopoli itu diindikasikan sebagai salah satu penyebab anjloknya harga cengkeh lokal. Bungaran sendiri mengaku telah melaporkan masalah tersebut kepada Presiden. "Ini laporan saya yang kedua," katanya usai diterima Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/11).

Menurut Bungaran, oligopoli kepada pabrik rokok yang diberikan oleh Menperindag itu mempengaruhi harga cengkeh dalam negeri. Pasalnya, mereka bisa menentukan berapa volume cengkeh yang diimport serta berapa banyak yang diambil dari dalam negeri. Dengan hak itu pula, produsen rokok bisa memilih untuk membeli cengkeh dari dalam negeri atau mengimportnya. Akibatnya harga cengkeh anjlok menjadi Rp 15 ribu perkilogram.

Penurunan harga cengkeh tersebut terjadi terus menerus sejak dibubarkannya BPPC. Saat itu, harga cengkeh bisa mencapai Rp 78 ribu perkilogram, kemudian turun menjadi Rp 35 ribu perkilogram, dan sekarang Rp 15 ribu perkilogram. "Ini sangat memberatkan petani," kata Bungaran.

Ia menjelaskan, masalah peninjauan kembali oligopoli itu harus dibicarakan antardepartemen terkait, seperti Deptan, Deperindag dan Depkeu, karena juga menyangkut pendapatan negara. Selama ini, memang pabrik rokok dibebani pajak dan cukai yang tinggi oleh negara, sehingga untuk itu mereka menggenjotnya dengan cara menekan ongkos produksi. Akibatnya, mereka berusaha agar memperoleh cengkeh dengan harga yang serendah mungkin. Di sisi lain, petani dirugikan karenanya.

Retno Sulistyowati/TNR

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data